oleh

Kesuksesan Budidaya Udang Vaname Muaragembong, Dewan Faizal : Bukti Man Jadda Wajada

-EKBIS-241 BACA

MUARAGEMBONG – “Man Jadda Wajada” Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya. Itulah pepatah yang diungkapkan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faizal Hafan Farid kepada pengusaha tambak udang asal Muaragembong, Mat Gembong.

Awalnya, tak sedikit yang mencibir usaha Mat Gembong untuk membudidayakan udang vaname. Bagaimana tidak, budidaya udang putih itu dilakukan diwilaya yang kondisi tanahnya tidak mendukung.

Udang yang dikenal dengan nama latin Litopenaeus vannamei yang dikenal dengan nama udang putih adalah spesies introduksi asal dari perairan Amerika Tengah dan negara- negara di Amerika Tengah dan Selatan seperti Ekuador, Venezuela, Panama, Brasil dan Meksiko yang belum lama dibudidayakan di Indonesia.

“Ya dikembangkan di tengah pesmisi para pakar akan potensi tanah yang tidak bagus untuk usaha tambak udang Mat Gembong. Dia membuktikakn itu tidak beramasalah, buktinya hasil panen luar biasa,” kata Faizal yang melihat langsung budidaya udang Vaname miliki Mat Gembong yang berada di Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi pada jumat (10/09).

Dari hasil sekali panen, Mat Gembong mampu menghasilkan 3,5 ton/per hektar dengan besaran 38.45.48/Kg. Sementara rata-rata kematian udang di bawah 15 persen. “Dan ini fenomenal sekali,” katanya.

Dengan begitu, Faizal menilai wajar jika tempat budidaya udang vaname Mat Gembong ini banyak dikunjungi mulai dari praktisi, pejabat, motivator. Bahkan menteri dan presiden pun sempat mengunjunginya beberapa tahun lalu.

“Buah kerja keras berbasis profesional usaha secara terus menerus dan keyakinan akan iradah,” tandasnya.

Sebelumnya pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo pernah mengunjungi petambak udang Vaname, Muargembong. Jokowi mengakui jika awalnya budidaya udang di lokasi tersebut berkali-kali mengalami kegagalan.

Setelah gagal panen pada percobaan pertama, Jokowi menjelaskan, para petani kembali menabur benih. Pada percobaan kedua itu para petani hanya bisa memanen udang vaname sebanyak 2 ton.

“Yang ketiga ini diperkirakan nanti akan dapat kira-kira 5 ton. Itu sudah pada posisi yang normal. Saya senang ini sempat gagal, buat belajar. Namanya usaha kan gak harus langsung berhasil,” ujarnya. (IB)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed