oleh

Seminggu Lagi Hasil Uji Lab Pencemaran Limbah Keluar, Adakah Perusahaan yang Terjerat Hukum?

-HUKUM-155 BACA

CIKARANG PUSAT – Hasil uji lab pencemaran limbah industry ke sungai Cilemah Abang direncanakan akan keluar pada 8 Oktober 2021. Masyarakat harus sabar untuk mengetahui hasil uji lab yang bisa dijadikan barang bukti menjerat perusahaan nakal yang membuang limbahnya ke sungai.

Bahkan, Pemkab Bekasi juga telah menyiapkan langkah hukum terkait pencemaran limbah dari hulu sampai hilir Sungai Cilemahabang.

Dari hasil pemetaan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, sumber pencemaran limbah Kali Cilemahabang berasal dari industri besar dan kecil, limbah rumah sakit, restoran, pasar hingga limbah domestik dari perumahan yang berada di kawasan industri.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengatakan, sanksi pidana terhadap pelaku pembuang limbah dapat diterapkan mengacu pada UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Ya sanksi akan diberlakukan kepada para pembuang limbah, baik perusahaan yang tak berizin atau berizin,” kata Dani Ramdan saat memimpin rapat penanganan pencemaran Sungai Cilemahabang di Kantor Bupati Bekasi, pada Rabu (29/09).

Terkait sanksi untuk perusahaan, kata Dani, akan disesuaikan dengan tingkat pencemaran serta izin yang telah dikantongi atau belum.

“Bagi perusahaan yang telah mengantongi izin akan ada sanksi adminsitratif yang disesuaikan dengan tingkat pencemarannya,” ujarnya.

Sementara itu, sanksi juga dapat dikenakan terhadap perusahaan yang tak memiliki izin pengelolaan limbah. Bahkan bisa sampai kepada penutupan dan pidana.

“Sesuai dengan tingkat pencemaran limbahnya,” tambahnya.

Pj Bupati menilai, sanksi terhadap para pencemar limbah diharapkan bisa menjadi shock therapy kepada para pelaku agar tidak kembali membuang limbah berbahaya ke aliran sungai.

Sehingga kedepannya, Dani berharap, sungai-sungai di Kabupaten Bekasi bisa normal dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya oleh masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Sanksi bisa membuat jera para pelaku dan menimbulkan efek jera kepada yang lain agar tidak membuang limbahnya ke aliran sungai,” harapnya.

Pemkab Bekasi juga akan merevisi Perda Pengelolaan Limbah Cair di tahun depan yang memuat perlindungan dari pencemaran limbah berbahaya.

“Revisi Perda, masukan ke agenda Pansus 2022 untuk izin pengelolan limbah cair menjadi perda pencemaran lingkungan hidup, atau perlindungan atau dari dinas lingkungan hidup bisa mengambil insiatif mengenai revisi Perda ini,” tandasnya. (IB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed