oleh

Hore…Tambah Zonasi Sekolah, SMAN 2 Cikarang Timur Siap Dibangun

CIKARANG TIMUR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan lampu hijau pembangunan SMAN 2 Cikarang Timur. Dengan pembangunan sekolah negeri itu, akan mempermudah akses masyarakat mendapatkan zonasi sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faizal Hafan Farid pada Senin (18/10). Sebanyak empat desa di diwilayah Cikarang Timur yang tak mendapat zonasi sekolah tingkat menengah atas atau SMA.

Keempat desa yang tidak masuk zonasi Kecamatan Cikarang Timur tersebut yaitu Kelurahan Sertajaya, Desa Pasir Tanjung, Desa Jatireja dan Desa Cipayung.

“Keempat desa ini kan tidak masuk zonasi SMA, para siswanya kalau mau masuk sekolah negeri di wilayah Lemahabang. Jadi jauh kalau mau bersekolah, makanya dibangun sekolah di wilayah Sertajaya biar masuk akses zonasi,” jelas anggota DPRD Jawa Barat, Faizal Hafan Farid.

Politisi PKS itu juga mengungkapkan jika banyak keluhan yang disampaikan masyarakat kepadanya terkait zonasi sekolah. Keluhan zonasi sekolah itu pun langsung disampiakan ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Provinsi Jawa Barat.

Jenjang pendidikan SMA merupakan kewenangan dari pemeritah provinsi Jawa Barat.

“Ya ada laporan dari masyarakat itu dan kami membangun komunikasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Jawa Barat dan akhirnya langsung ditanggapi, jadi langsung meninjau lokasi,” jelasnya.

Anggot Komisi II DPRD Provinsi Jabar itu menegaskan, pembangunan SMAN 2 Cikarang Timur itu bisa segera dilaksanakan. Terutama terkait fasilitas lahan TKD, jika tidak ada permasalahan, pembangunan sekolah itu ditargetkan awal tahun depan.

“Ya dari pemerintah kecamatan tidak ada masalah dengan TKD karena itu tanah negara, dan sudah kami tinjau lokasinya cukup strategis berada di dekat dengan SMPN 1 Ciktim dekat juga dengan stadion Wibawa Mukti,” paparnya.

Sebelumnya, pada Senin (18/10), Dewan Provinsi Jabar itu bersama Camat Cikarang Timur dan perangkat desa setempat meninjau lokasi Tanah Kas Desa (TKD) yang berada di Desa Sertajaya. Peninjauan itu terkait adanya keluhan masyarakat setempat yang sulit menyekolahkan anak-anaknya ke tingkat SMA karena kendala zonasi. (IB)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed