oleh

Tekan Harga Minyak Goreng, Pemkab Bekasi Diminta Segera Gelar Operasi Pasar Murah

-EKBIS-54 BACA

CIKARANG PUSAT – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Faizal Hafan Farid meminta pemerintah daerah Kabupaten Bekasi melakukan operasi pasar murah minyak goreng segera diadakan. Pasalnya, kenaikan harga minyak goreng sangat memperngaruhi perekonomian masyarakat.

“Harus segera digelar operasi pasar murah minyak goreng karena mempengaruhi sendi perekonomian masyarakat dan berdampak kepada kenaikan bahan pokok lainnya,” ujar Faizal pada Selasa (11/01).

Apalagi minyak goreng menjadi kebutuhan para pedagang kecil seperti nasi goreng, pedagang gorengan dan lainnya. “Jadi minyak goreng itu kebutuhan yang paling krusial, tak hanya ibu rumah tangga tetapi juga para pedagang, dan hampir semua pedagang menggunakan minyak goreng, jika naik bikin repot semua,” paparnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan segera menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) sebagai langkah upaya menormalkan kembali harga minyak goreng yang melambung tinggi. Diharapkan dengan OPM tersebut, harga minyak goreng dapat kembali normal dikisaran angka Rp 14 ribu per liter.

Kabid Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menggelar OPM di Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi menjadi salah satu Kabupaten/kota di Jawa Barat yang akan menggelar operasi pasar murah minyak goreng.

“Karena kenaikan minyak goreng ini menjadi isu nasional, jadi kebijakannya harus nasional juga. Sesuai dengan arahan dari Kementerian Perdagangan untuk menggelar pasar murah minyak goreng,” ujar Helmi yang ditemui di ruangannya pada Senin (10/01).

Helmi mengungkapan dari koordinasi yang dibangun dengan Pemerintah Provinsi Jabar, Kabupaten Bekasi mendapatkan jatah minyak goreng sebanyak 7.200 liter. Per liternya akan dijual Rp 14 ribu di operasi pasar murah minyak goreng itu.

“Untuk standar harganya yang telah ditetapkan dari Kementerian Perdagangan,” katanya. Dengan operasi pasar murah minyak goreng itu diharapkan harga pasaran minyak goreng kembali normal dari harga Rp 20 ribu per liter maksimal menjadi Rp 14 ribu per liter.

“Jika nanti OPM minyak gorengnya sukses kita gelar, kami akan bermohon kembali ke provinsi Jabar agar bisa menggelar OPM berikutnya,” tambahnya. (IB)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed