oleh

Ekonomi Semakin Menggeliat, Perusahaan Jangan Mangkir Bayar THR

-EKBIS-248 BACA

CIKARANG PUSAT – Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (ASPHRI) menilai kondisi perekonomian secara umum mulai menampakan peningkatan pasca covid-19 melandai. Peningkatan itu bisa ditujukan dengan menggeliatnya kegiatan bisnis dan ekonomi masyarakat menuju ke situasi normal.

“Hal ini tentunya juga berdampak langsung kepada perekonomian dan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan dan kaum pekerja/buruh secara khusus,” ujar Ketua Umum ASPHRI, Yosminaldi pada Jumat (29/04).

Yos-begitu sapaan akrabnya- berharap pemerintah selalu memperhatikan kondisi perekonomian rakyat kecil agar selalu bisa “mengimbangi” percepatan pertumbuhan ekonomi yang makin meningkat.

“Prioritas peningkatan kesejahteraan dan pendidikan rakyat kecil akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja serta kewirausahaan,” katanya.

Terkait dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), lanjut Yos, tak ada alasan apapun bagi pengusaha untuk tidak melakukan pembayaran sesuai peraturan ketanagakerjaan yang berlaku. Dibutuhkan kejujuran dan keterbukaan serta empati pengusaha, agar pekerja atau buruh menerima THR yang notabene dibayarkan hanya sekali setahun itu.

“Bagi pekerja atau buruh, THR adalan semacam “bonus tahunan” yang sudah pasti mereka terima, karena diatur jelas dalam peraturan perundangan ketenagakerjaan,” tambahnya.

Beda dengan bonus keuntungan perusahaan, kata Yos, pembayarannya tidak pasti dan bergantung kepada profit yang diterima perusahaan. dengan begitu, jika memang pengusaha benar-benar tak mampu membayar THR, lakukan negosiasi bipartit dengan menghadirkan perwakilan pemerintah cq Disnaker.

“Agar transparansi keuangan perusahaan bisa dipahami dan diterima oleh SP atau perwakilan pekerja dan buruh,” tandasnya. (IB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed