oleh

Litbang Kabupaten Bekasi Gelar Lomba Inovasi di Graha Pariwisata

KABUPATEN BEKASI – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi menggelar innovation and technology expo 2022 pada tanggal 5-6 Desember 2022 di Graha Pariwisata, Cikarang Timur.

Pada lomba inovasi ini, Balitbangda Kabupaten Bekasi memamerkan inovasi dari perangkat daerah, desa dan pelajar SMA/SMK yang menerima penghargaan inovasi dari Balitbangda, serta stand UMKM dari kecamatan.

Plt. Kepala Balitbangda Kabupaten Bekasi, Entah Ismanto menyampaikan Balitbangda mendorong agar para inovator terus melakukan pengembangan. Tentunya dengan dasar memiliki komitmen yang kuat dan fokus mendiagnosa permasalahan yang ada di sekitar.

“Harus punya komitmen yang kuat baik dari pimpinan, kepala sekolah, guru dan sebagainya, kemudian bagaimana kita mendiagnosis permasalahan-permasalahan yang ada untuk kita bisa kembangkan dan selesaikan, kita desain sedemikian rupa agar tercipta satu inovasi yang mumpuni ke depan,” jelas Entah usai meninjau pameran inovasi tersebut.

Menurutnya, komitmen ini telah dibuktikan oleh Pemkab Bekasi, dalam hal inovasi, seperti inovasi teknologi, tanaman, kesehatan, ataupun dari sisi lingkungan hidup.

“Dari sejumlah stand, banyak teknologi yang dikembangkan, seperti robotic, hidroponik, masalah kesehatan, makanan sehat, itu yang dikembangkan sekolah. Kemudian inovasi dari desa kita lihat ini sudah ada pelayanan, akuntabilitas, transparansi yang semakin baik,” katanya.

Dari sisi pelayanan, menurut Entah, inovasi yang dijalankan oleh pemerintah baik desa ataupun perangkat daerah, tujuannya adalah untuk memunculkan ketepatgunaan dan kecepatan dalam rangka pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Kita akan kembangkan terus di setiap desa, satu desa satu inovasi, minimal, termasuk juga perangkat daerah,” katanya.

Inovasi yang dijalankan perangkat paerah dan unit pelaksana di bawahnya, menurut Entah, sudah teraplikasikan ditingkatan pelayanan. Seperti aplikasi Pancoranmas yang diluncurkan oleh Puskesmas Lemahabang sewaktu Covid-19 mengalami kenaikan.

“Pancoranmas itu kita replikasi, awalnya dari tingkat Puskesmas, di mana sistem pelayanan kesehatan yang begitu cepat, sekarang kita replikasi ke tingkatan Kabupaten seperti juga Bebeli, itu kan tadinya salah satu aplikasi yang dikembangkan ULP, sekarang kita kembangkan, sekarang 500 UMKM sudah masuk,” paparnya.

Entah mengharapkan di tahun ini dan ke depan, Pemkab Bekasi dalam hal inovasi masuk ke 50 besar nominasi Innovation Government Award (IGA). (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed