oleh

Peserta ini Manfaatkan Program JKN Untuk Perlindungan Kesehatannya

-EKBIS-150 BACA

KABUPATEN BEKASI – Memiliki tubuh dan kondisi yang sehat merupakan dambaan setiap orang. Namun terkadang penyakit dapat menyerang siapaun dan kapanpun tanpa memandang usia. Oleh karena itu, pentingnya memiliki jaminan perlindungan kesehatan merupakan salah satu aset penting yang harus dimiliki setiap orang.

Seperti yang telah dilakukan oleh salah seorang mahasiswi asal Cikarang bernama Finka Riskha Oktoviani (22). Ia menyadari pentingnya jaminan kesehatan yang dapat membantu dirinya beserta keluarga, terutama dalam membantu biaya pengobatan yang semakin lama semakin meningkat.

”Di saat seperti ini memilki asuransi kesehatan itu menurut saya adalah hal yang paling utama, karna kita tidak akan tau kapan kita terkena penyakit. Mending kalau kita terkena penyakit yang dapat disembuhkan dan tidak membutuhkan biaya banyak. Takutnya kita bisa saja mendapatkan penyakit yang membutuhkan biaya pengobatan yang mahal. Lebih baik sedia asuransi kesehatan dari pada terlambat,” ujar Finka, Rabu (31/01).

Mahasiswi jurusan D3 akuntansi di Universitas Pelita Bangsa ini mengaku sudah mendaftarkan diri dan juga sang ibu sebagai peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3 sejak tahun 2018 silam. Selama terdaftar menjadi peserta JKN, keluarganya sering memanfaatkan Program JKN untuk melakukan pengobatan. Ia-pun menuturkan bahwa selama menjadi peserta JKN dirinya beserta keluarga tidak pernah terbebani dengan iuran perbulannya.

”Ibu saya pernah menggunakan BPJS Kesehatan untuk pengobatan batuk pilek, dibawa berobat ke klinik di daerah Pemalang. Alhamdulillah setelah berobat sembuh. Selama ini saya gunakan Program JKN untuk pengobatan yang ringan-ringan saja seperti pengobatan batuk pilek ataupun demam. Selebihnya ya buat jaga-jaga takut sewaktu-waktu dibutuhkan ternyata saya tidak punya uang saya juga yang repot. Untungnya ada Program JKN, saya hanya bayar 35.000 saja satu orang sebulan. Ketika saya sakit saya tidak perlu mengkhawatirkan masalah biaya pengobatan. Dibanding asuransi lain Program JKN paling murah dan paling mudah,” ujarnya.

Ia-pun mengapresiasi bahwa pengobatan saat ini sangat mudah, tidak perlu menggunakan kartu JKN dan cukup menggunakan KTP atau kartu digital pendaftaran pengobatan sudah bisa didapatkan. Hal ini membuatnya merasa sangat membantu. Ia-pun menuturkan bahwa perlunya sosialisasi yang luas kepada masyarakat terkait aplikasi Mobile JKN, agar aplikasi ini dapat dikenal oleh masyarakat luas.

”Waktu itu saya pernah ketinggalan kartu JKN di rumah, kebetulan posisi saya sudah berada di klinik. Ketika saya mau ambil kartu saya petugas di klinik bilang kalau gak perlu pakai kartu JKN cukup pakai KTP saja atau melalui aplikasi Mobile JKN. Alhamdulillah tanpa perlu kembali kerumah saya dapat dilayanin pengobatannya. Jadi sekarang kalau saya mau berobat saya pakai KTP atau aplikasi Mobile JKN. Tidak hanya kartu JKN saya juga menggunakan Mobile JKN untuk pindah fasilitas Kesehatan dan pernah juga menggunakan untuk pindah kelas,” ungkapnya.

Beragam informasi Finka dapatkan juga melalui Aplikasi Mobile JKN. Melalui I Care JKN Finka dapat mengetahui riwayat pelayanan kesehatan yang telah didapatkan selama menjadi peserta JKN. Tidak hanya itu informasi ketersediaan tempat tidur, konsultasi dokter, pengaduan layanan JKN, info peserta, hingga berita mengenai testimoni, tips sehat, gaya hidup juga ia dapatkan melalui Aplikasi Mobile JKN.

”Di dalam aplikasi Mobile JKN banyak sekali informasi yang bisa saya dapatkan. Alhamdulillah pastinya sangat membantu dalam proses administrasi. Saran saya agar BPJS Kesehatan dapat memberikan informasi lebih luas lagi terkait aplikasi Mobile JKN karena banyak sekali fitur dan informasi yang bisa didapatkan masyarakat tanpa perlu datang ke kantor c. Pokoknya sangat membantu,” tutupnya. (**)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed