oleh

Mahasiswi Ini Bangga Terdaftar Sebagai Peserta JKN

-EKBIS-38 BACA

KABUPATEN BEKASI – Sejak berdirinya BPJS Kesehatan sebagai pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2014, hingga saat ini sudah banyak peserta Program JKN yang telah merasakan manfaatnya. Salah satu dari sekian banyak peserta yang telah merasakan manfaat dari Program JKN tersebut adalah Adiesta Febrianti (21).

Wanita yang kerap dipanggil Adies ini sudah terdaftar sebagai peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari ayahnya yang merupakan seorang pekerja. Sebagai mahasiswi di salah satu Universitas Swasta di Indonesia, Adies mengungkapkan bahwa ia pernah menggunakan layanan Program JKN untuk pengobatan ketika keluarganya sakit. Tepatnya, di akhir bulan Mei tahun 2023 ibu dari mahasiswi ini pernah memanfaatkan Program JKN untuk mendapatkan tindakan kuret atau pembersihan janin.

”Saat itu mamah sering ngeluh nyeri diperutnya karena mamah saya sedang mengandung. Akhirnya tanpa pikir panjang langsung kita bawa berobat takut kenapa-kenapa. Saya cemas sekali melihat kondisi mamah saya. Setelah dicek baru ketahuan kalau mamah saya sudah mengalami keguguran dan ketahuannya saat memasuki minggu ke-9 tetapi kata dokter sebetulnya sudah keguguran saat minggu ke-8. Akhirnya mamah saya dirawat inap semalam untuk dilakukan tindakan,” ujar Adies, Senin (18/03).

Tidak hanya itu, Adies juga menceritakan bahwa adiknya pernah memanfaatkan kepesertaan JKN miliknya untuk berobat karena harus mendapatkan tindakan rawat inap lantaran infeksi pencernaan yang di rasakannya. Bukan hanya itu, Adies menuturkan bahwa adiknya mengalami muntah-muntah yang membuat kondisinya lemas dan membutuhkan penangan di rumah sakit. Oleh karena itu, dirinya bersama orang tuanya membawa adiknya tersebut ke IGD rumah sakit terdekat dengan rumahnya.

”Adik saya yang nomor dua juga pernah menggunakan kepesertaan JKN untuk berobat karena sakit infeksi pencernaan. Jadi waktu itu di pertengahan bulan Mei tahun 2023 saat pagi hari adik saya masuk rumah sakit melalui IGD karena waktu itu kondisinya sudah lemas sekali dan karna merasa sudah baikan akhirnya diperbolehkan untuk pulang. Tetapi ternyata ketika malam hari adik saya merasakan sakit lagi pada perutnya dan harus masuk rumah sakit untuk dirawat inap selama empat hari. Alhamdulillah, setelah itu penyakit adik saya dapat disembuhkan,” ujarnya.

Selama mendapatkan pelayanan, Adies mengaku keluarganya tidak mendapatkan perlakuan diskriminasi dari pihak rumah sakit bahkan keluarganya mendapatkan pelayanan dengan baik. Menurutnya sikap dokter dan perawat ramah dan saat memberikan penjelasan mudah dimengerti.

Adies pun mengatakan keluarganya tidak mengeluarkan biaya selama pengobatan atau gratis. Hal ini lah yang membuat ia bangga dan bersyukur telah bergabung dalam Program JKN. Ia juga menyampaikan harapannya kepada masyarakat yang masih belum terdaftar untuk dapat segera mendaftar kedalam Program JKN dan bagi masyarakat yang belum membayar iuran tepat waktu agar dapat memenuhi tanggung jawabnya sebagai peserta JKN.

”Selama menjalani perawatan di klinik ataupun rumah sakit, mulai pendaftaran hingga pemberian pelayanan tidak dibeda-bedakan dengan pasien umum, semua terasa mudah dan setara tidak seperti berita buruk yang saya dengar selama ini. Selain itu ketika saya berkonsultasi kepada dokter mengenai penyakit yang diderita adik saya pun dijelaskan dengan secara detail dan baik. Pokoknya saya senang sekali dengan pelayanan yang diberikan. Saya juga berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat segera mendaftarkan dirinya kedalam program ini, dari penyakit yang ringan hingga yang berat dan perlu tindakan operasipun dapat ditanggung BPJS Kesehatan,” tutur Adies. (**)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed