CIBITUNG – Kerusakan Jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL) sempat menjadi momok bagi para pengguna jalan. Empat titik badan jalan yang ambles memicu kemacetan, keresahan, bahkan kekhawatiran akan keselamatan pengendara. Keluhan warga pun ramai bermunculan di media sosial, mendesak pemerintah bergerak cepat sebelum kerusakan semakin parah.
Di tengah sorotan publik itu, Rabu (8/7/2026), Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, turun langsung meninjau lokasi kerusakan di kawasan Cikarang Barat. Ia didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, jajaran perangkat daerah, serta tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Peninjauan tersebut bukan sekadar melihat kondisi jalan, melainkan memastikan proses percepatan penanganan benar-benar berjalan agar akses utama masyarakat dapat kembali aman dan nyaman.
Di lokasi, Asep menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak tinggal diam. Menurutnya, perbaikan permanen sudah menjadi komitmen pemerintah dan akan segera dilaksanakan setelah proses penyesuaian harga material konstruksi rampung.
“Perbaikan menyeluruh tetap menjadi prioritas. Saat ini proses administrasi dan penyesuaian harga material sedang diselesaikan agar pekerjaan dapat segera dimulai sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sambil menunggu pekerjaan permanen dimulai, pemerintah telah melakukan penanganan darurat di titik-titik yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut dilakukan agar arus kendaraan tetap dapat melintas dan aktivitas masyarakat tidak lumpuh.
Bagi warga yang setiap hari menggunakan Jalan CBL sebagai jalur utama menuju kawasan industri maupun permukiman, perbaikan sementara ini menjadi angin segar. Meski belum sepenuhnya mulus, akses jalan kini sudah kembali dapat digunakan dengan lebih aman dibanding saat kerusakan pertama kali mencuat.
Kepastian lain datang dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Dalam peninjauan tersebut dipastikan bahwa perbaikan Jalan CBL telah masuk dalam perencanaan dan telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Artinya, proyek perbaikan bukan sekadar janji di atas kertas, melainkan telah memiliki dasar anggaran untuk direalisasikan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi pun mengajak masyarakat untuk bersabar selama proses administrasi dan persiapan teknis berlangsung. Dukungan warga dinilai penting agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai regulasi, sehingga pembangunan dapat terlaksana tepat waktu dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jalan CBL bukan sekadar hamparan aspal. Jalur ini menjadi urat nadi mobilitas warga, pekerja, hingga distribusi logistik di kawasan industri Kabupaten Bekasi. Karena itu, percepatan penanganannya menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda, agar keresahan warga segera berganti dengan rasa aman saat kembali melintasi jalur tersebut. (iB)

























