Populasi Kucing Meledak, Pemkab Bekasi Turun Tangan: 150 Ekor Dibidik Sterilisasi Gratis

EKBIS57 BACA

KEDUNGWARINGIN – Kucing makin banyak. Yang nggak punya pemilik juga bertebaran di jalanan. Pemandangan kucing berkeliaran di Kabupaten Bekasi bukan lagi hal asing. Masalahnya, ketika jumlahnya terus bertambah, tak sedikit yang akhirnya terlantar. Pemkab Bekasi pun turun tangan.

Lewat program sterilisasi gratis hewan kesayangan, pemerintah berupaya menekan laju populasi kucing sekaligus menjaga kesehatan hewan. Program ini digelar sepanjang Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, drh. Dwian Wahyudiharto, mengatakan sterilisasi menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan populasi kucing.

“Ini merupakan satu langkah menuju hewan yang lebih sehat,” ujar Dwian.

Sterilisasi gratis tersebut menyasar tiga wilayah.

Pertama di Poskeswan Setu pada 13 Agustus. Kemudian Poskeswan Cibarusah pada 20 Agustus. Terakhir Poskeswan Kedungwaringin pada 27 Agustus 2026.

Kegiatan itu digelar bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Setiap pelaksanaan menyediakan kuota bagi 50 pemilik kucing. Artinya, jika seluruh kuota di tiga lokasi terpenuhi, terdapat hingga 150 kucing yang menjadi sasaran sterilisasi.

Namun, tak semua kucing bisa langsung naik meja operasi.

Ada syarat kesehatan yang harus dipenuhi.

Salah satunya kucing yang sedang hamil. Hewan tersebut tak bisa disterilisasi dan harus dikembalikan terlebih dahulu kepada pemiliknya.

“Kalau sedang hamil tidak bisa, terpaksa harus dikembalikan dulu kepada pemiliknya sampai melahirkan,” kata Dwian.

Program ini juga bukan ditujukan untuk semua jenis kucing.

Pemkab Bekasi memprioritaskan kucing lokal. Kucing ras masih bisa mengikuti program apabila merupakan hasil persilangan dengan kucing lokal.

Sedangkan kucing ras murni tidak menjadi sasaran utama.

Sebab, program ini lebih diarahkan kepada masyarakat yang memelihara kucing lokal.

Sterilisasi tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pemkab Bekasi rutin menggelarnya setiap Agustus bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi.

Ada alasan kuat di balik program tersebut.

Populasi kucing yang terus bertambah dikhawatirkan membuat semakin banyak hewan terlantar. Apalagi, kebutuhan pakan dan perawatan kucing tidak sedikit.

Ketika pemilik tak sanggup lagi merawat, kucing bisa berakhir di jalan.

“Kalau kucing banyak kan banyak yang dibuang karena memang pakannya juga mahal, akhirnya banyak itu di pinggir jalan. Yang memberi makan juga ya kadang kalau lewat saja,” ungkap Dwian.

Karena itu, sterilisasi diharapkan bukan sekadar membuat kucing lebih sehat.

Lebih jauh, program ini diharapkan bisa menekan pertumbuhan populasi, mengurangi jumlah kucing terlantar, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *