MEKARSARI, KABUPATEN BEKASI — Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Desa Mekarsari melaksanakan Musyawarah Ranting (Musran) pada Minggu, 6 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat silaturahmi dan sinergi dalam membangun kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan di Desa Mekarsari.
Musran dihadiri Kepala Desa Mekarsari Hj. Linda Ekawati, S.E., tokoh masyarakat, serta para Ketua Ranting NU se-Kecamatan Tambun Selatan. Hadir pula H. Edi Siswanto, S.Sos., M.Si., Ketua DKM Darussalam sekaligus Ketua YAPINK 02, yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan.

Hj. Linda Ekawati, S.E. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musran NU Ranting Desa Mekarsari. Ia berharap NU semakin solid dan terus bersinergi dengan pemerintah desa dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga Musran ini menghasilkan kepengurusan yang amanah dan semakin solid. Kami siap bersinergi dengan NU untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Desa Mekarsari,” harapnya.
Sementara itu, H. Edi Siswanto, S.Sos., M.Si., selaku Ketua DKM Darussalam sekaligus Ketua YAPINK 02 dan tuan rumah kegiatan, menekankan pentingnya Musran sebagai momentum memperkuat konsolidasi dan semangat pengabdian NU di tengah masyarakat.
Menurut H. Edi Siswanto, Musran bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah ke depan agar NU semakin aktif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Musran ini jangan hanya kita jadikan agenda rutinitas organisasi. Ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, memperkuat silaturahmi dan menyusun langkah ke depan agar NU semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

H.Edi Siswanto juga mendorong kepengurusan NU Ranting Desa Mekarsari ke depan untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.
“NU harus terus menjaga tradisi, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan zaman. Kita ingin NU hadir bukan hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat dan berbagai kegiatan yang membawa kemaslahatan bagi warga,” ujarnya.
Sebagai Ketua DKM Darussalam sekaligus Ketua YAPINK 02, H. Edi menilai sinergi antara lembaga keagamaan, pendidikan dan organisasi kemasyarakatan merupakan kekuatan yang harus terus dibangun.
“Kita punya banyak potensi, baik dari para ulama, tokoh masyarakat, generasi muda maupun lembaga pendidikan. Kalau semuanya bisa berjalan bersama, insyaallah NU akan semakin kuat dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk Desa Mekarsari,” katanya.
Pelaksanaan Musran berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran para Ketua Ranting NU se-Kecamatan Tambun Selatan menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi serta mempererat ukhuwah antar-pengurus NU.

Edi Siswanto berharap kepengurusan yang dihasilkan melalui Musran mampu menjalankan amanah dengan baik dan menjadikan NU sebagai organisasi yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Yang paling penting setelah Musran ini adalah bagaimana kita bekerja. Kepengurusan boleh berganti, program boleh disusun, tetapi semangat pengabdian dan kebersamaan harus terus dijaga. Mari kita jadikan NU sebagai rumah besar yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” harapnya. (iB)



















