BABELAN – Semangat menjaga lingkungan sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 diwujudkan PT Menarini Indria Laboratories (PT MILabs) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi dengan aksi nyata.
Sebanyak 1.500 bibit mangrove ditanam di garis pantai Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/8/2026).
Aksi bertajuk “Rooted Today, Thriving in the Future” itu menjadi bagian dari upaya bersama menekan ancaman abrasi, menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan menghadapi perubahan iklim.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Regional Vice President, Supply Chain, Manufacturing & Quality Assurance PT Menarini Indria Laboratories, Andrew Keitley, serta Plant Director PT MILabs, Hardi Wibowo.
Perwakilan DLH Kabupaten Bekasi yang mewakili Kepala DLH Kabupaten Bekasi Chris Manalu mengapresiasi langkah PT MILabs yang ikut ambil bagian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Menurutnya, persoalan lingkungan tidak mungkin diselesaikan pemerintah seorang diri. Dibutuhkan kekuatan bersama antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT MILabs yang telah bersama-sama melaksanakan salah satu upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui penanaman 1.500 mangrove,” ujarnya saat kegiatan di Perpustakaan Saung Edukasi Mangrove Pondok Dua Babelan.
Mangrove Jadi Benteng Pesisir
Ia mengungkapkan, dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.
Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan berpotensi mengancam stabilitas ekologis, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, keberadaan mangrove menjadi sangat penting. Tanaman pesisir tersebut bukan hanya berfungsi sebagai benteng alami dari abrasi, tetapi juga menjadi habitat berbagai jenis biota dan memiliki kemampuan menyimpan karbon.
“Mangrove memiliki manfaat ekologis yang tinggi sebagai pengendali abrasi, habitat keanekaragaman hayati, dan penyimpanan karbon. Mangrove juga sangat berperan penting sebagai tempat ikan bertelur,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PT Menarini Indria Laboratories, Hardy Bowie, mengatakan penanaman mangrove merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kondisi kawasan pesisir.
Menurutnya, sejumlah wilayah di pantai utara Jawa menghadapi ancaman serius akibat abrasi, kenaikan permukaan air laut, serta penurunan permukaan tanah.
“Di pantai utara Jawa seperti di Demak dan Pekalongan, banyak daerah telah hilang akibat kenaikan suhu bumi yang mengakibatkan kenaikan air laut dan penurunan permukaan tanah,” ujar Hardy.
Karena itu, kata dia, penanaman mangrove menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kawasan pesisir dari kerusakan yang semakin parah.
“Untuk menyelamatkan dan menjaga kawasan pesisir, salah satunya adalah dengan menanam mangrove. Oleh karena itu, kami dari pihak manajemen akan menghijaukan garis pantai ini dengan menanam 1.500 batang,” tegasnya.
Kacu Merah Putih, Semangat Jaga Bumi
Sebanyak sekitar 60 peserta dari PT MILabs ikut turun langsung dalam kegiatan penanaman.
Menariknya, para peserta mengenakan kacu merah putih saat berada di kawasan pesisir. Nuansa merah putih tersebut tidak sekadar menjadi simbol peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari semangat membangun Indonesia.
Di tengah momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi.
Lingkungan pesisir juga harus dijaga agar tetap mampu menopang kehidupan masyarakat untuk generasi mendatang.
Kegiatan ditutup dengan pemberian sertifikat penghargaan dari DLH Kabupaten Bekasi dan NGO Bentang Alam Bekasi Urban kepada PT MILabs atas dedikasi dan kontribusinya dalam kegiatan penanaman mangrove.
Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni penanaman.
Pemeliharaan dan pengawasan harus terus dilakukan agar ribuan mangrove yang ditanam benar-benar tumbuh dan menjadi benteng alami bagi pesisir Desa Hurip Jaya.
Sebab, menjaga mangrove hari ini berarti menjaga pesisir Bekasi untuk masa depan. (iB)




















