Mau Kerja di Kawasan Industri? Bekasi Siapkan 130 Pelatihan Biar Langsung Direkrut

EKBIS75 BACA

CIKARANG SELATAN – Di Kabupaten Bekasi, cerobong pabrik berdiri nyaris di setiap sudut kawasan industri. Ribuan perusahaan beroperasi, mesin-mesin produksi tak pernah benar-benar berhenti, namun ironi itu masih terasa: banyak lulusan sekolah dan pencari kerja lokal yang belum berhasil menembus gerbang perusahaan.

Persoalannya bukan semata soal lapangan pekerjaan. Dunia industri bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan sebagian tenaga kerja untuk mengikuti perubahan teknologi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi kini memilih tidak tinggal diam. Daerah yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara itu mulai membangun “jalur cepat” agar warga lokal memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Ida Farida, mengatakan langkah tersebut ditempuh melalui penguatan pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, memperbesar kuota pelatihan bagi warga Kabupaten Bekasi, hingga memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan dunia usaha.

“Arahan dari pemerintah pusat menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperjuangkan agar masyarakat Kabupaten Bekasi memperoleh akses pelatihan yang lebih besar. Kami akan bersurat secara resmi agar tersedia kelas-kelas pelatihan yang diprioritaskan bagi warga Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Bagi Disnaker, pelatihan tidak lagi cukup hanya mengajarkan keterampilan dasar. Materinya harus mengikuti denyut perkembangan industri yang terus berubah.

Saat ini tersedia sekitar 130 jenis pelatihan, mulai dari pengelasan, perpipaan, kelistrikan, hingga berbagai bidang teknis yang disusun berdasarkan kebutuhan perusahaan.

Namun pemerintah menyadari satu persoalan lain. Sejumlah fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) belum sepenuhnya mampu mengejar pesatnya perkembangan teknologi manufaktur.

Daripada menunggu fasilitas baru selesai dibangun, Disnaker memilih menggandeng langsung perusahaan.

Lewat kerja sama tersebut, perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas pelatihan pemerintah, sementara pemerintah berharap peluang rekrutmen lebih terbuka bagi warga Kabupaten Bekasi.

“Kami menyadari infrastruktur BLK yang dimiliki saat ini belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi industri. Namun kami tidak tinggal diam. Kami membangun kolaborasi dengan perusahaan agar fasilitas pelatihan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan hasil akhirnya adalah penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Ida.

Tak hanya itu, Disnaker juga mulai menyatukan langkah dengan SMA, SMK, Madrasah Aliyah, Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga Kantor Cabang Dinas Wilayah III Jawa Barat.

Tujuannya sederhana tetapi penting: lulusan sekolah tidak lagi belajar keterampilan yang sudah tidak dibutuhkan industri.

“Jenis pelatihannya harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, peserta pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk langsung masuk ke dunia kerja,” ungkapnya.

Keterbatasan anggaran daerah diakui masih menjadi tantangan. Namun menurut Ida, hal tersebut bukan alasan untuk menghentikan program peningkatan kompetensi.

Pemerintah daerah kini mengusung pola kolaborasi. Daerah menyiapkan calon tenaga kerja, pemerintah pusat mendukung pelatihan, sedangkan perusahaan menjadi mitra dalam proses penempatan kerja.

Kolaborasi itu mulai menunjukkan hasil. Dalam sejumlah pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, peserta asal Kabupaten Bekasi berhasil mencatat prestasi dan bahkan langsung direkrut perusahaan setelah menyelesaikan pelatihan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga berencana memperkuat fasilitas BLK agar mampu mengikuti perkembangan industri modern, termasuk penyediaan peralatan praktik untuk sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan teknologi manufaktur terbaru.

Selain pelatihan, Disnaker juga mendorong perusahaan memperluas program pemagangan nasional bagi mahasiswa tingkat akhir maupun lulusan baru. Program itu diharapkan menjadi pintu masuk sebelum para pencari kerja benar-benar berkarier di dunia industri.

Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, Bekasi kini tidak hanya berlomba menghadirkan investasi. Daerah ini juga mulai berpacu menyiapkan tenaga kerja lokal agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah kawasan industri terbesar yang berdiri di halaman rumah mereka. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *