100 Pembalap Cilik Ramaikan FORMAS IV, KORMI Bekasi Genjot Lahirnya Bibit Atlet Sejak Usia Dini

OLAHRAGA61 BACA

CIKARANG UTARA – Semangat olahraga sejak usia dini menggema di Area Parkir Living Plaza Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, saat sebanyak 100 pembalap cilik mengikuti Kejuaraan Push Bike dan Mini BMX dalam rangka Festival Olahraga Masyarakat (FORMAS) IV Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026, Minggu (2/8/2026).

Ajang yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bekasi ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet berbakat. Peserta yang berusia 2 hingga 7 tahun tampak antusias menaklukkan lintasan dengan semangat kompetitif, didampingi orang tua yang memenuhi area perlombaan.

Ketua KORMI Kabupaten Bekasi, Ratu Arisdiana, membuka langsung kejuaraan tersebut. Ia mengatakan, olahraga masyarakat bukan hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter dan kebugaran sejak usia dini.

“Kejuaraan Push Bike dan Mini BMX ini menjadi bagian dari FORMAS IV Kabupaten Bekasi. Antusiasme anak-anak dan dukungan orang tua sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting dalam membangun budaya olahraga di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sebelum membuka perlombaan, KORMI juga menggelar senam bersama di kawasan Tanam Sehati, Stadion Wibawa Mukti, sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi olahraga masyarakat.

Menurut Ratu, Asosiasi BMX Indonesia (ABI) sebagai salah satu Induk Organisasi Olahraga (INORGA) di bawah KORMI terus berupaya memperluas pembinaan olahraga Push Bike dan Mini BMX di Kabupaten Bekasi.

Ia menegaskan, KORMI menaungi berbagai cabang olahraga masyarakat yang dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dua tahun hingga lansia.

“Olahraga masyarakat terbuka untuk semua usia. Di KORMI, peserta berasal dari anak-anak hingga lansia yang mengikuti berbagai INORGA, termasuk olahraga pernapasan. Ini menunjukkan bahwa olahraga adalah kebutuhan seluruh masyarakat,” katanya.

Ratu juga mengapresiasi peran orang tua yang terus memberikan dukungan kepada putra-putrinya selama mengikuti perlombaan.

“Saya melihat semangat luar biasa dari para peserta. Orang tua rela meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak mereka bertanding. Dukungan keluarga menjadi kunci tumbuhnya kecintaan anak terhadap olahraga,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Push Bike Cikarang sekaligus Ketua Pelaksana Race, Muhammad Tarmidi, menjelaskan panitia mempertandingkan tujuh kategori Push Bike dan satu kategori Mini BMX yang dibagi berdasarkan kelompok usia serta kategori putra dan putri.

Setiap heat diikuti enam pembalap, dengan total peserta mencapai sekitar 100 anak yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Bekasi.

“Peserta berasal dari berbagai kecamatan seperti Tambun Selatan, Babelan, Cibitung, Pebayuran, Cibarusah, dan wilayah lainnya. Ada yang sudah rutin mengikuti kejuaraan, namun banyak juga yang baru mengenal olahraga Push Bike,” jelasnya.

Menurut Tarmidi, Push Bike bukan sekadar permainan, tetapi olahraga yang memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Selain meningkatkan kebugaran, olahraga ini melatih keseimbangan, koordinasi motorik, fokus, keberanian, serta kepercayaan diri.

Karena itu, pihaknya membentuk komunitas dan akademi sebagai wadah pembinaan berkelanjutan bagi anak-anak yang ingin menekuni olahraga tersebut.

Pada kejuaraan ini, kategori Push Bike menggunakan sepeda tanpa pedal berukuran roda 12 inci, sedangkan kategori Mini BMX menggunakan sepeda hingga ukuran ring 16.

Tarmidi optimistis perkembangan Push Bike di Kabupaten Bekasi akan terus meningkat dan mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat.

“Kami ingin Kabupaten Bekasi melahirkan generasi yang sehat, aktif, dan berprestasi. Saat ini perkembangan Push Bike memang masih didominasi Bandung dan Kota Bekasi, namun kami yakin Kabupaten Bekasi mampu mengejar bahkan menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Barat,” pungkasnya. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *