Dari Ruang Kelas ke Gedung Sate, Atta Fathurrahman Dapat Apresiasi Langsung dari Gubernur Jabar

PEMERINTAHAN119 BACA

BANDUNG – Senin pagi, 17 Agustus 2026, menjadi hari yang tak mudah dilupakan bagi Atta Fathurrahman. Siswa berprestasi SDN Waluya 02, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, itu mendapat kesempatan istimewa menghadiri rangkaian Upacara Pengibaran Bendera Negara Sang Merah Putih dan Parade Pasukan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat.

Di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro Nomor 22, Kota Bandung, Atta hadir sebagai salah satu tamu yang mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Bagi Atta, momentum tersebut bukan sekadar menghadiri upacara kenegaraan. Pertemuan dengan orang nomor satu di Jawa Barat itu menjadi pengalaman berharga sekaligus penghargaan atas kerja kerasnya dalam menorehkan prestasi di bidang akademik.

Di balik momen tersebut, ada kebanggaan dan rasa syukur yang dirasakan keluarga Atta.

Ibunda Atta, Satya Andayani, mengaku sempat tidak menyangka putranya mendapat undangan untuk hadir langsung dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Gedung Sate.

“Bersyukur, sangat bersyukur sekali. Ini merupakan apresiasi dari kerja keras dan hasil belajar Atta untuk sampai di sana. Hal itu sangat kami hargai karena bisa menambah prestasi anak kami dan membuat dia semakin semangat dalam mengejar cita-citanya,” ujar Satya.

Menurut Satya, pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat memberikan suntikan motivasi tersendiri bagi Atta. Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi memberikan pesan agar Atta terus belajar, menjaga kesehatan dan tidak berhenti mengejar prestasi.

“Pak Gubernur banyak memuji Atta, katanya semakin pintar dan tetap berprestasi. Beliau juga memberikan semangat, saran dan nasihat kepada Atta,” katanya.

Medali Emas yang Mengantarkan Atta Mendapat Perhatian

Nama Atta Fathurrahman sebelumnya telah mencuri perhatian melalui prestasinya di ajang internasional. Ia berhasil meraih juara pertama dan medali emas pada IMEC Olympiade Malaysia.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa dari Kabupaten Bekasi mampu bersaing di tingkat internasional. Bagi keluarga, capaian itu bukanlah hasil yang datang secara instan, melainkan buah dari proses belajar, latihan dan dukungan yang terus diberikan.

Karena itu, ketika apresiasi datang langsung dari Gubernur Jawa Barat, keluarga Atta melihatnya sebagai bentuk penghargaan terhadap proses panjang yang telah dijalani.

Selain memberikan motivasi, Gubernur Jawa Barat juga memberikan apresiasi berupa uang kepada Atta melalui asistennya.

Namun bagi keluarga, nilai utama dari pemberian tersebut bukan terletak pada nominalnya.

“Alhamdulillah, buat Atta. Yang paling penting bagi kami bukan melihat nominalnya, tetapi apresiasi itu menjadi bentuk penghargaan atas jerih payah dan perjuangan Atta. Ini juga bisa menjadi tambahan semangat karena ke depan Atta masih akan mengikuti berbagai lomba,” ungkap Satya.

Bagi seorang anak, kata Satya, penghargaan semacam itu memiliki makna besar. Apresiasi membuat anak merasa bahwa usaha yang selama ini dilakukan mendapatkan perhatian dan tidak sia-sia.

“Kalau anak diapresiasi seperti itu, anak jadi merasa bahwa perjuangannya ternyata tidak sia-sia. Itu yang paling kami syukuri. Kalaupun mendapat hadiah berupa uang atau benda, itu merupakan hasil dari jerih payah dan prestasinya,” tuturnya.

Keluarga Sempat Terkejut

Kebahagiaan itu juga dirasakan ayah Atta, Rahman. Ia mengaku keluarga sempat terkejut ketika pertama kali menerima informasi mengenai undangan dari Gubernur Jawa Barat.

Undangan tersebut diterima melalui pihak Sekretariat Daerah dan kemudian dikonfirmasi oleh keluarga.

“Kami benar-benar speechless dan kaget, karena tidak menyangka Atta mendapatkan undangan langsung untuk hadir di acara Gubernur,” ujar Rahman.

Bagi keluarga, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang jauh lebih besar dari sekadar sebuah undangan. Atta dapat melihat langsung bagaimana sebuah peringatan kemerdekaan digelar di tingkat provinsi, sekaligus bertemu dengan pemimpin Jawa Barat.

Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini memberikan ruang dan perhatian terhadap perjalanan prestasi putranya, termasuk media yang ikut mengabarkan berbagai pencapaian Atta.

Bukan Sekadar Penghargaan

Kisah Atta memperlihatkan bahwa prestasi seorang anak tidak berhenti pada medali dan piala. Di balik setiap capaian, ada proses panjang, dukungan keluarga dan lingkungan yang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang.

Undangan ke Gedung Sate pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi babak baru dalam perjalanan Atta.

Dari ruang kelas SDN Waluya 02 di Cikarang Utara, langkah Atta kini sampai ke Gedung Sate, tempat ia bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat.

Bagi keluarga, momen itu akan menjadi kenangan yang terus dibawa dalam perjalanan pendidikan Atta.

Sementara bagi generasi muda Kabupaten Bekasi, capaian Atta menjadi pesan bahwa keterbatasan tempat bukan alasan untuk membatasi mimpi. Dengan kerja keras, dukungan keluarga dan kesempatan yang tepat, prestasi dari daerah pun dapat menembus panggung yang lebih tinggi.

“Kehadiran Atta pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate menjadi momentum berharga sekaligus motivasi bagi generasi muda Kabupaten Bekasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” terang Rahman. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *