Formasi 81 Paskibraka Bekasi, Simbol Semangat Generasi Muda di Hari Kemerdekaan

PEMERINTAHAN124 BACA

CIKARANG PUSAT – Angka 81 seakan hidup di tengah lapangan Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (17/8/2026). Bukan sekadar angka, tetapi simbol perjalanan 81 tahun Indonesia merdeka yang diwujudkan melalui langkah tegap para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bekasi.

Dengan gerakan yang terukur dan penuh disiplin, para anggota Paskibraka menampilkan formasi angka 81 saat menjalankan prosesi pengibaran Bendera Negara Sang Merah Putih pada pagi hari. Formasi serupa kembali mereka tampilkan ketika upacara penurunan bendera pada sore harinya.

Di hadapan peserta upacara dan masyarakat yang hadir, setiap gerakan menjadi bagian dari pertunjukan yang sarat makna. Angka 81 menjadi penanda usia kemerdekaan sekaligus gambaran semangat generasi muda yang dipercaya mengemban tugas penting dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada upacara penurunan bendera, prosesi dipimpin Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Michael Ronal. Paskibraka kembali menunjukkan kekompakan dan ketepatan gerakan hingga seluruh rangkaian tugas selesai dengan baik.

Di balik penampilan tersebut, terdapat proses panjang yang tidak terlihat oleh masyarakat. Latihan berulang, kedisiplinan, evaluasi dan pembinaan menjadi bagian yang harus dilalui para anggota Paskibraka sebelum berdiri di lapangan pada hari kemerdekaan.

Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi, mengatakan keberhasilan para anggota Paskibraka merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, kegiatan Paskibraka menjadi salah satu bentuk pembinaan dan pendekatan kepada generasi muda, khususnya para pelajar di Kabupaten Bekasi,” ujar Robert.

Menurutnya, pelaksanaan Paskibraka Kabupaten Bekasi dari tahun ke tahun terus menunjukkan perkembangan. Tidak hanya dari sisi teknis pelaksanaan tugas, tetapi juga dalam pembentukan karakter para anggotanya.

Bagi Robert, Paskibraka bukan sekadar pasukan yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal arti tanggung jawab, kedisiplinan dan kerja sama.

“Paskibraka merupakan wadah untuk menyalurkan minat dan bakat para generasi muda, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri, kedisiplinan, kemampuan menghargai waktu, serta membentuk karakter dan jati diri agar menjadi generasi yang berprestasi,” ungkapnya.

Nilai-nilai itulah yang diharapkan tidak berhenti ketika tugas mereka di lapangan Plaza Pemkab Bekasi selesai. Pengalaman selama menjalani masa pembinaan dan menjalankan tugas pada peringatan kemerdekaan diharapkan menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, menjadi Paskibraka berarti belajar untuk hadir tepat waktu, mengikuti aturan, bekerja dalam satu formasi dan mengutamakan kepentingan bersama. Setiap langkah harus seragam, setiap gerakan harus tepat, dan setiap kesalahan harus diperbaiki melalui latihan.

Robert berharap proses evaluasi akan terus dilakukan sehingga pelaksanaan Paskibraka Kabupaten Bekasi pada tahun-tahun mendatang semakin baik.

Namun, di balik ketepatan gerakan dan formasi angka 81, terdapat pesan yang lebih besar: kemerdekaan tidak hanya diwariskan melalui sejarah, tetapi juga melalui karakter generasi yang akan meneruskan perjalanan bangsa.

“Yang paling penting, melalui kegiatan Paskibraka kita ingin menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa dan negara,” tuturnya.

Apresiasi pun disampaikan kepada seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Bekasi yang telah menjalankan tugas sejak prosesi pengibaran pada pagi hari hingga penurunan bendera pada sore hari.

Bagi mereka, 17 Agustus bukan hanya tentang upacara. Hari itu menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih terus tumbuh di kalangan anak muda.

“Momentum 17 Agustus harus menjadi sarana untuk terus meningkatkan rasa nasionalisme generasi muda dan menumbuhkan semangat mereka untuk berkontribusi bagi Indonesia,” pungkas Robert. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *