Biar Tak Gelap Gulita, Dishub Bekasi Pasang Ribuan PJU

PEMERINTAHAN114 BACA

KABUPATEN BEKASI – Jalan gelap di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi terus dibabat. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi menggeber pemasangan dan pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU) di berbagai titik sepanjang 2026.

Tak tanggung-tanggung, ribuan titik PJU dipasang dan dipelihara. Sasarannya mulai wilayah utara, selatan, kawasan perkotaan hingga akses strategis di sekitar Fly Over Tol Cibitung-Cilincing.

Plt Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Andi Suhadhi, mengatakan pemasangan dan pemeliharaan PJU dilakukan untuk memaksimalkan penerangan jalan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Untuk pemasangan atau pemeliharaan PJU, memang di tahun 2026 ini ada beberapa wilayah yang dipasang PJU,” ujar Andi saat menghadiri Upacara Hari Perhubungan Nasional di Kompleks Pemda Kabupaten Bekasi, Kamis (17/9/2026).

Andi membeberkan, untuk PJU dekoratif terdapat 350 tiang. Sementara single stang ornament mencapai 150 tiang PJU.

Pemasangan single stang juga dilakukan secara masif di sejumlah wilayah.

Untuk wilayah selatan, tercatat 983 titik PJU. Jumlah yang sama juga dipasang di wilayah utara, yakni 983 titik PJU.

“Dengan jumlah tersebut, mudah-mudahan bisa memaksimalkan pencahayaan atau penerangan pada jalan umum,” katanya.

Tak cuma ruas jalan utama. Dishub juga menyasar kawasan strategis di sekitar Fly Over Tol Cibitung-Cilincing, khususnya wilayah Wanasari dan Wanajaya.

Menurut Andi, kawasan tersebut memiliki mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga penerangan menjadi salah satu kebutuhan penting.

PJU Mati? Lapor!

Dishub Kabupaten Bekasi juga membuka layanan pengaduan melalui media sosial bagi masyarakat yang menemukan PJU mati atau mengalami gangguan.

Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim storing selama 24 jam.

“Kita sudah membuka layanan media sosial untuk layanan pengaduan apabila ada pemadaman atau PJU yang mati. Kita akan merespons dengan tim storing kita selama 24 jam,” ujarnya.

Dishub menargetkan setiap laporan yang masuk dapat ditangani maksimal 2 x 24 jam.

Saat ini, pemeliharaan juga difokuskan pada sejumlah PJU di ruas jalan nasional.

Andi menyebut jalan nasional merupakan akses vital dengan aktivitas lalu lintas dan pergerakan ekonomi yang cukup padat.

“Kita sedang berfokus melakukan pemeliharaan di jalan nasional karena memang itu jalan vital yang pergerakan ekonominya sangat padat,” ungkapnya.

PJU yang sudah usang maupun mengalami kerusakan menjadi sasaran perbaikan. Proses pemeliharaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua hingga tiga pekan.

Kabel PJU Jadi Sasaran Maling

Di balik upaya membuat jalan makin terang, Dishub Kabupaten Bekasi masih menghadapi persoalan pencurian kabel listrik pada tiang PJU.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan lampu jalan mati dan mengganggu penerangan di ruas jalan.

Untuk mengantisipasinya, Dishub melakukan pemantauan lapangan melalui tim Unit Reaksi Cepat (URC).

“Memang kerawanan di jalan sering terjadi pencurian terhadap kabel-kabel listrik yang ada di tiang PJU. Penanganannya kami melakukan monitoring melalui URC,” kata Andi.

Menurutnya, keberadaan PJU bukan sekadar membuat jalan terang. Penerangan yang memadai juga diharapkan mampu mendukung keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Manfaat dari PJU ini tentunya untuk pencahayaan suatu wilayah, menurunkan tingkat kriminalitas, kemudian mendukung aktivitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi,” tandasnya.

Dengan penambahan dan pemeliharaan ribuan titik tersebut, Dishub Kabupaten Bekasi berharap kondisi penerangan di berbagai ruas jalan semakin optimal.

Jalan terang, mobilitas masyarakat pun diharapkan semakin aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *