Balita Kurang Gizi dan Ibunya di Muaragembong Mendapatkan Perawatan

PEMERINTAHAN2,126 BACA

MUARAGEMBONG – Khorunisah (29) dan putranya, Aditya Rifqy Hamizan (3), warga Kampung Kelapa Dua RT/RW 002/004, Jaya Sakti, Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi akhirnya mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Bekasi.

Mereka ditangani langsung oleh RSUD Cibitung untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak lagi.

“Ya sudah dibawa langsung ke RSUD Cibitung untuk mendapatkan perawatan,” ujar Penyuluh Sosial Ahli Muda, Kismoyowati.

Sebelumnya, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan kepada Khorunisah dan putranya. Bantuan berupa kebutuhan makanan seperti sembako, selimut dan lainnya.

“Kami dari Dinas Sosial dan Baznas bersama-sama memberikan bantuan, dari Dinas Sosial berupa makanan, sembako selimut dan lainnya, sementara Baznas berupa uang dan makanan juga,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin setelah memberikan bantuan tersebut pada Rabu (16/02).

Kepala Dinas Sosial menjelaskan, Khoriunisa dan putranya telah menjalani perawatan karena menderita HIV/Adis saat tinggal di Cibitung. Namun setelah, suaminya meninggal beberapa bulan lalu, Ibu dan anak ini pindah ke Muaragembong.

“Saat tinggal di Cibitung juga sudah dilakukan perawatan medis oleh pihak kesehatan, mereka diobati,” katanya.

Setelah pindah ke Muaragembong, Kadinsos menceritakan, perawatan kesehatannya berkurang seperti tidak minum obat secara rutin. Penyakit seperti HIV/Aids membutuhkan perawatan dan minum obat secara rutin.

“Ditambah anaknya akit paru, kalau yang seperti itu, mereka minum obat secara rutin, hanya saja mungkin karena ada rasa bosen, namanya juga mansia, obatnya telat minum, jadi sakitnya agak lumayan,” jelasnya.

Meski begitu, lanjutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi telah menyikapi penyakit Khoirunisa dan putranya semaksimal mungkin. Misalnya saja, dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas telah memberikan rujukan Khoirunisa dan anaknya mendapatkan perawatan di RSUD Cibitung.

“Dan dari RSUD telah siap untuk menyiapkan tempat perawatan mereka,” tambahnya.

Selain itu, Pemda juga telah berkoordinasi dengan Komisi Penanggulan HIV/Aids Kabupaten Bekasi untuk memonitor Khoirunisa dan anaknya.

“Kita sudah sepakat dengan ketua komisi penanggulangan HIV/Aids Kabupaten Bekasi akan memonitor perkembangan sakitnya dua orang itu,” katanya.

Saat ini, Khoirunisa dan anaknya tinggal dirumah bersama tiga anggota keluarganya. Untuk pengamanan sehari-hari, tiga anggota keluarganya diimbau untuk selalu menggunakan masker dalam kesehariannya. (IB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *