Sekolah Rakyat Hadir di Bekasi, H. Syahrir: Jalan Anak Kurang Mampu Raih Masa Depan Cerah!

PENDIDIKAN114 BACA

Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi

Gagasan besar menghadirkan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bekasi mulai mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Program pendidikan berbasis sekolah gratis yang digagas pemerintah pusat itu dinilai menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat kecil yang selama ini masih kesulitan memperoleh akses pendidikan layak dan berkualitas.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, menilai kehadiran Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Bekasi, terutama untuk menunjang pendidikan dasar bagi keluarga kurang mampu.

Menurutnya, masyarakat selama ini menaruh harapan besar terhadap hadirnya sekolah dengan fasilitas memadai namun tetap gratis dan mudah dijangkau.

“Sekolah Rakyat ini sangat ditunggu masyarakat Kabupaten Bekasi. Program ini membantu rakyat melalui pendidikan gratis dengan fasilitas yang cukup baik dan standar pembelajaran yang lengkap,” ujarnya.

Ia mengatakan, pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi negara. Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat dianggap bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan akses pendidikan merata hingga lapisan bawah.

Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan urbanisasi di Kabupaten Bekasi, ironi pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya selesai. Tidak sedikit warga pinggiran yang masih menghadapi keterbatasan biaya sekolah, sarana belajar, hingga kualitas pendidikan.

Program Sekolah Rakyat hadir membawa semangat pemerataan. Bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga membuka peluang lahirnya sumber daya manusia unggul dari keluarga sederhana.

Syahrir menyebut, Presiden Prabowo Subianto mulai merealisasikan janji kampanyenya melalui pembangunan sekolah rakyat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bekasi. Ia berharap program tersebut terus diperluas ke wilayah lain agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.

“Ini bentuk komitmen pemerintah untuk memenuhi hak pendidikan masyarakat. Nanti sekolah rakyat juga diharapkan bisa terus berkembang ke lokasi lainnya sehingga pemerataan pendidikan benar-benar terwujud,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kualitas tenaga pendidik dalam menopang keberhasilan program tersebut. Menurutnya, guru menjadi faktor utama dalam menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan teknologi dan perkembangan zaman.

Di era digital dan persaingan global saat ini, kata dia, sekolah tidak cukup hanya berdiri megah secara fisik. Dunia pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing.

“SDM guru harus mampu menciptakan generasi muda yang lebih baik lagi. Kemajuan teknologi harus diimbangi pendidikan yang menunjang agar pembangunan berjalan lancar dan masyarakat bisa merasakan pemerataan,” tuturnya.

Sekolah Rakyat kini bukan hanya dipandang sebagai program pendidikan biasa. Di mata masyarakat kecil, ia mulai menjelma menjadi simbol harapan — bahwa anak-anak dari keluarga sederhana pun berhak mendapatkan ruang belajar yang layak, fasilitas memadai, dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik.(iB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *