Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi
Air itu tidak datang tiba-tiba. Ia menggenang pelan, menutup halaman sekolah, lalu menetap cukup lama hingga mengganggu aktivitas belajar. Begitulah yang terjadi di SDN 014 dan SDN 07 Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Setiap hujan turun, halaman sekolah berubah menjadi kubangan, memaksa siswa melangkah hati-hati sebelum masuk kelas.
Masalahnya bukan sekadar hujan. Saluran drainase yang tertutup membuat air kehilangan jalur untuk mengalir. Akibatnya, genangan bertahan lebih lama dan menciptakan rasa tidak nyaman bagi siswa maupun guru dalam proses belajar-mengajar.
Kondisi itu menarik perhatian Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Yusuf Fatullah Fajri. Ia memastikan pihaknya akan turun langsung ke lokasi untuk melihat persoalan tersebut dari dekat.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita agendakan untuk kunjungan lapangan ke sana,” kata Yusuf.
Menurut Yusuf, persoalan genangan air pada dasarnya berangkat dari satu prinsip sederhana: air membutuhkan jalan. Ketika media alirannya tertutup atau tidak berfungsi, genangan menjadi konsekuensi yang tak terelakkan.
“Pada dasarnya air itu perlu jalan, perlu media untuk mengalir,” ujarnya.
Karena itu, Yusuf menilai penyelesaian persoalan tidak bisa dilakukan secara parsial. Yang paling penting adalah mengurai akar masalah secara menyeluruh—apa penyebab utama saluran drainase tertutup dan solusi apa yang paling memungkinkan diterapkan di lapangan.
“Masalahnya apa dan solusinya bagaimana, itu yang harus dicari jalan keluarnya,” kata dia.
Bagi siswa SDN 014 dan SDN 07 Karangasih, genangan air di halaman sekolah bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal keselamatan dan kelancaran kegiatan belajar. Sepatu basah, halaman licin, dan akses masuk kelas yang terganggu menjadi pemandangan berulang saat musim hujan tiba.
Kunjungan lapangan yang direncanakan DPRD diharapkan menjadi pintu masuk penyelesaian. Di tengah rutinitas belajar yang seharusnya aman dan layak, halaman sekolah semestinya menjadi ruang bermain dan belajar—bukan kolam sementara yang muncul setiap hujan datang. (IB)



















