Stadion Wibawa Mukti Bangkit dari Pusaran Angin

PEMERINTAHAN491 BACA

Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi

Pada suatu sore di Oktober 2024, angin puting beliung melintas cepat di kawasan Cikarang. Dalam hitungan menit, Stadion Wibawamukti—salah satu kebanggaan olahraga Kabupaten Bekasi—kehilangan sebagian wajahnya. Atap tribun barat sepanjang hampir 100 meter terangkat dan rusak parah, menyisakan rangka baja yang terbuka dan tribun yang tak lagi aman digunakan.

Lebih dari setahun setelah bencana itu, stadion berkapasitas puluhan ribu penonton tersebut bersiap bangkit. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk merehabilitasi dan memperbaiki Stadion Wibawamukti secara menyeluruh. Renovasi ini bukan sekadar tambal sulam pascabencana, melainkan upaya mengembalikan—bahkan meningkatkan—fungsi stadion agar kembali berstandar internasional.

“Kerusakan paling berat terjadi di atap tribun barat. Panjangnya kurang lebih 100 meter, dan itu menjadi fokus utama perbaikan,” kata Mirza Swandaru Riyatno, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Stadion Wibawamukti, saat ditemui di lokasi stadion, Selasa, 10 Februari 2026.

Namun proyek rehabilitasi ini tidak berhenti pada perbaikan struktur yang rusak. Pemerintah menargetkan pembenahan total seluruh fasilitas stadion. Rumput lapangan akan diperbaiki, sistem kelistrikan dan pencahayaan diperbarui, serta berbagai sarana pendukung ditingkatkan agar stadion memenuhi standar federasi sepak bola nasional dan internasional.

“Targetnya stadion ini bisa kembali memenuhi standar internasional dan layak digunakan untuk pertandingan besar,” ujar Mirza.

Pekerjaan rehabilitasi direncanakan berlangsung bertahap dan ditargetkan rampung pada September 2026. Jika sesuai rencana, Stadion Wibawamukti akan kembali menjadi tuan rumah pertandingan profesional, ajang olahraga prestasi, hingga berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.

Bagi Kabupaten Bekasi, Wibawamukti bukan sekadar stadion. Selama ini, fasilitas ini menjadi pusat berbagai aktivitas—dari pertandingan sepak bola nasional, pembinaan atlet daerah dan pelajar, hingga konser dan kegiatan kemasyarakatan berskala besar. Kerusakan akibat bencana membuat sebagian fungsi itu terhenti.

Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PU. Rehabilitasi stadion dinilai strategis, tidak hanya untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna, tetapi juga untuk memperkuat citra daerah sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga di Jawa Barat.

Lebih jauh, proyek ini diharapkan membawa dampak sosial dan ekonomi. Aktivitas olahraga yang kembali hidup diyakini dapat mendorong minat masyarakat berolahraga, memperkuat pembinaan atlet lokal, sekaligus menggerakkan ekonomi warga di sekitar stadion.

“Harapannya, setelah selesai nanti, Stadion Wibawamukti kembali menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bekasi—ikon olahraga yang modern, aman, nyaman, dan berstandar internasional,” kata Mirza.

Dari puing-puing atap yang tersapu angin, Stadion Wibawamukti kini bersiap menata ulang masa depannya. Jika rencana berjalan mulus, September 2026 akan menjadi penanda kebangkitan sebuah stadion—dan semangat olahraga di Bekasi. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *