CIKARANG PUSAT – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Faizal Hafan Farid meminta agar Pemkab Bekasi mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan qurban kambing dan sapi.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan agar penjualan hewan kurban seperti sapi dan domba aman menjelang Idul Adha 1443 Hijriah.
“Antisipasi penularan PMK pada hewan ternak ini penting karena menjelang Idul Adha 1443 hijriah, karena kebutuhan hewan kurban pasti meningkat,” ujar Faizal.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat itu mengatakan saat ini tengah terjadi penyebaran penyakit PMK pada hewan ternak domba dan sapi. Penyakit ternak tersebut ditemukan dibeberapa wilayah Jawa Barat, seperti Garut dimana menjadi wilayah penyuplai hewan ternak untuk kebutuhan kurban.
“Dari informasi yang kami dapat, jumlah hewan ternak yang terpapar PMK mencapai 517 ekor di Kabupaten Garut. Nah langkah antisipasi harus dilakukan wilayah lainnya di Jawa Barat agar penyebaran penyakit ternak ini tidak ke wilayah lain, apalagi mau Idul Adha,” ujarnya.
Anggota dewan yang biasa disapa Bang Haji Faizal (BHF) menegaskan akan mendorong agar pemerintah provinsi Jabar memberikan bantuannya kepada kabupaten dan kota lainnya, terutama agar ketersediaan hewan qurban seperti domba dan sapi sehat. Sehingga tidak ada kekhawatiran masyarakat yang ingin membeli hewan qurban terbebas dari penyakit berbahaya.
“Harus ambil langkah cepat, misalnya provinsi memberikan bantuan seperti cara penanganan antisipasinya. Dan daerah kabupaten dan kota di Jabar juga sigap melakukan pengecekan langsung ke lapangan, kepara penjual dan peternak,” tambahnya.
Sebelumnya, jumlah ternak yang sakit di Kabupaten Garut tengah menjalani proses penyembuhan. Jika nantinya ada ternak sakit yang tidak bisa ditolong dan harus dipotong, maka ternak tersebut harus dipotong di Rumah Potong Hewan.
“Karena di RPH ini ada dokter hewan yang bisa memilih daging yang aman,” katanya.
Meski banyak ternak yang terpapar PMK di Garut, masyarakat tidak perlu khawatir. Karena, PMK ini bukan penyakit yang menular ke manusia. Daging ternak yang terpapar pun masih aman dikonsumsi manusia jika didapat dari Rumah Potong Hewan yang ada dokter hewannya. (IB)



















