Diduga Tarik Unit Kendaraan dengan Paksa, Ormas Bentrok dengan Debt Collector di Depan Kantor BFI Tambun

HUKUM1,757 BACA

KABUPATEN BEKASI, Tambun – Telah terjadi bentrok antara Ormas dengan Debt Collector di depan kantor BFI Jl Sultan Hasanuddin, Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Bentrokan yang dipicu dari dugaan penarikan paksa satu unit kendaraan milik anggota ormas oleh beberapa leasing itu terjadi pada jumat (10/02) siang hari.

“Ya setahu saya itu dipicu penaringan unit kendaraan oleh leasing dengan paksa, Awalnya ormas sedikit, trus ribut, mungkin karena kalah jumlah, ormasnya mundur, gak lama kemudian datang teman-temannya banyak, langsung serang itu orang-orang Debt Collector,” ujar warga.

Akibatnya  dari kejadian ini beberapa kendaraan dan Pagar Ruko di sekitaran lokasi rusak parah. Kemudian hingga siang ini  para Debt Collector masih bertahan di dalam ruko.

Dalam unggahan pada akun instagram @bekasikepo petugas kepolisian  dari Polsek Tambun dan Polres Metro Bekasi sudah datang ke lokasi kejadian dan langsung meredam bentrokan.

Akibat peristiwa itu, unit mobil mengalami pecah kaca. Pun dengan pintu utama kantor BFI Finance rusak akibat menjadi lokasi perkelahian antara kedua anggota ormas.

Polres Metro (Polrestro) Bekasi pun langsung membawa beberapa orang yang terlibat bentrok dengan anggota GIBAS Telaga Asih. Mereka dibawa menggunakan minibus nomor polisi B 2699 LY sekitar pukul 14.00 WIB, dengan pengawalan ketat polisi bersenjata yang naik sepeda motor.

Wakil Kepala Polrestro Bekasi, AKBP Erick Frendiz menjelaskan, lokasi keributan di kantor BFI Finance kini sudah dipasang garis polisi oleh tim Inafis Polrestro Bekasi. “Memang hari ini ada kejadian (keributan) di daerah Tambun,” kata Erick Frendiz kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (10/02).

Erick mengaku, belum bisa menyebutkan detail awal mula terjadi keributan antara nasabah, yang berkembang bentrok antarormas tersebut. Dia baru bisa menyampaikan bahwa di lokasi kejadian ada dua unit mobil kacanya pecah yang satunya seluruh bagian kacanya pecah parah. “Yang kita lihat ada kerusakan. Permasalahan awalnya antara konsumen dengan pihak tertentu kemudian berkembang kepada ormas tertentu,” ucapnya.

Erick meminta waktu belum bisa menyampaikan detil bagaimana awal mula peristiwa keributan itu terjadi. Karena semua masih proses penyelidikan dengan dan membawa barang bukti. “Ini sedang kami tangani dan mohon waktu kita sedang lidik dan mengumpulkan barang bukti. Sementara demikian,” kata Erick. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *