H. Edi Siswanto: MBG Harus Tepat Sasaran, Bukan Hamburkan Anggaran!

PENDIDIKAN56 BACA

TAMBUN SELATAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menjadi perhatian berbagai kalangan. Di tengah wacana Badan Gizi Nasional (BGN) yang tidak menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah yang dinilai elit, muncul harapan agar program tersebut benar-benar dijalankan secara proporsional dan menyentuh siswa yang paling membutuhkan.

Ketua Yayasan Yapink 02 Tambun Selatan, H. Edi Siswanto, S.Sos., M.Si, menilai kebijakan penyaluran MBG harus berorientasi pada ketepatan sasaran. Menurutnya, tujuan utama program ini adalah memenuhi kebutuhan gizi peserta didik sehingga mampu mendukung kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Program MBG harus proporsional peruntukannya dan tepat sasaran. Jangan sampai pelaksanaannya menimbulkan persoalan-persoalan yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Bagi H. Edi, kebutuhan gizi anak usia sekolah bukan sekadar persoalan makan siang, melainkan investasi jangka panjang bagi bangsa. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi yang cukup memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar dengan optimal, dan berkembang menjadi generasi produktif.

Di ruang-ruang kelas, makanan bergizi dapat menjadi energi yang mendukung konsentrasi belajar. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan, melainkan juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan oleh para siswa.

Karena itu, penentuan sekolah penerima MBG perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi peserta didik. Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak jangan sampai kehilangan esensinya akibat distribusi yang kurang tepat.

H. Edi juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, makanan yang disediakan harus sesuai kebutuhan anak dan disajikan dengan kualitas yang baik sehingga dapat dinikmati seluruh siswa.

“Jangan sampai program ini mubazir dan terkesan menghambur-hamburkan uang. Anak-anak harus bisa menikmati makanan yang diberikan sehingga tidak ada sisa yang terbuang,” katanya.

Di tengah besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program MBG, harapan masyarakat sederhana namun penting: makanan bergizi sampai ke tangan yang tepat, dikonsumsi dengan baik, dan benar-benar menjadi bekal bagi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Sebab pada akhirnya, keberhasilan program bukan hanya soal distribusi makanan, melainkan tentang bagaimana setiap porsi yang tersaji mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masa depan anak-anak bangsa. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *