KABUPATEN BEKASI – Sebanyak 372.766 anak usia 0-59 bulan di Kabupaten Bekasi akan diimunisasi polio. Imunisasi tersebut dilakukan pasca ditemukannya anak yang menderita polio di Purwakarta Jawa Barat.
“Kita mulai dengan persiapan lintas sektor, yang berikutnya, mulai Senin, kita akan melaksanakan kegiatan di lapangan untuk tingkat kabupaten, di Cikarang Utara. Sasaran sudah kita data, persiapan tenaga, kita sudah petakan, kemudian vaksinnya, Insya Allah Jumat-Sabtu besok sudah masuk, dan target waktu itu dua minggu selesai,” jelas Kepala
Pelaksanaan Imunisasi Polio akan dilakukan di Puskesmas, Posyandu, Rumah Sakit, Puskesmas Pembantu, termasuk di sekolah TK dan PAUD.
“Dengan ditemukannya kasus Polio di Purwakarta pada anak yang tidak pernah imunisasi, Kabupaten Bekasi harus melakukan pencegahan karena virus Polio ini berbahaya dan cepat penyebarannya,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi menyampaikan, imunisasi polio untuk anak di Kabupaten Bekasi, akan dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kasus polio setelah sebelumnya ditemukan satu kasus polio di Purwakarta Jawa Barat.
Kegiatan imunisasi poliao di Kabupaten Bekasi, lanjut Sekda, akan dilaksanakan dalam dua tahap, pada 3 April dan 15 Mei 2023.
“Ya, kami berharap ada kolaborasi antara pemerintah daerah dengan semua stakeholder, termasuk ikatan profesi kesehatan, MUI, Kemenag, kepala wilayah, serta rumah sakit swasta, semua bergerak untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya kasus Polio di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya usai memberikan sambutan.
Hal ini, lanjut Dedy, dikarenakan Jawa Barat telah ditetapkan sebagai provinsi yang mengalami Kejadian Luar Biasa dengan ditemukannya kasus Polio di Purwakarta.
“Ditemukannya satu kasus polio di Purwakarta, tentunya kita Kabupaten Bekasi harus siap mengantisipasi hal tersebut, karena Kabupaten Purwakarta secara geografis letaknya tidak terlalu jauh dengan kita, tentunya kita harus kerja keras, meskipun BIAN juga sudah kita lakukan,” terangnya.
Dedy mengatakan, dengan diundangnya lintas sektor, termasuk para tokoh agama melalui MUI dan Kemenag, diharapkan mereka dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi polio ini.
“Supaya tidak terjadi yang tidak diharapkan terhadap keluarga seperti kasus lumpuh dan sebagainya, jadi lebih baik mencegah,” jelasnya. (**)



















