Antisipasi Penyebaran Penyakit, 35 Tim Teknis “Pelototi” Penjualan Hewan Kurban

EKBIS1,950 BACA

KABUPATEN BEKASI – Sebanyak 35 orang tim teknis Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban diterjunkan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan ternak menjelang Idul Adha 1444 Hijriah tahun ini. Tim ini akan melakukan pengecekan kesehatan hewan sebelum dipotong (ante mortem) dan setelah dipotong (pos mortem).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Dwian Wahyudiharto mengatakan 35 tim teknis pengawas kesehatan hewan kurban ini akan mendapat pembekalan untuk bertugas di lapangan. Mereka mulai bekerja dari  13 Juni sampai dengan 3 hari pasca Idul Adha.

“Jadi nanti kalau ada yang kita curigai tidak layak konsumsi segera kita sisihkan, jangan sampai dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan pengawasan yang telah dilakukan Dinas Pertanian, ke beberapa titik penjual hewan belum ditemukan penyakit menular seperti Lumpy Skin Desease (LSD).

“Terus PMK juga kita belum menjumpai. Mungkin ada juga yang kelelahan atau karena stres transportasi, ada beberapa yang patah kaki, itu kita sarankan yang patah kaki dipotong bersyarat, kalau yang diare kita bisa lakukan pengobatan,” terangnya.

Dia mengimbau kepada para pedagang hewan kurban memahami agar menjaga kesehatan hewan kurbannya. Selain itu perawatan pemberian pakan, terlindung dari terik matahari dan hujan.

Masyarakat juga diharapkan agar bisa memilih hewan yang sehat. Salah satu yang bisa dilakukan pembeli yaitu dapat melihat spanduk yang bertulisakan ciri-ciri hewan terkena PMK.

Misalnya air liur berlebihan, luka di mulut, di kaki, sementara ciri LSD seperti bentol pada sapi. “Kalau kondisinya seperti itu agar tidak dibeli,” ujarnya.

Secara sederhana, tambahnya, hewan kurban yang dibeli masyarakat harus sehat, tidak cacat, dan cukup umur. Acara pelepasan tim teknis pengawas kesehatan hewan kurban, turut dihadiri Plt Kadistan Nayu Kulsum, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jawa Barat Wilayah 5, drh. Rudi Pangabean, dan Ketua Bidang Fatwa MUI, KH Ahbab Ahfas dan Kebala Bidang Keswan dan Veteriner Disketapang Jabar drh Prijanto.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *