KABUPATEN BEKASI – Dalam rangka meningkatkan mutu layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati turun langsung melakukan supervisi di Rumah Sakit Annisa, Kamis (04/05). Berlokasi di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Lily memastikan transformasi mutu layanan kepada peserta JKN berbasis digital berjalan sesuai harapan. Menurutnya, pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN sudah cukup baik.
“Salah satu indikatornya adalah waktu pelayanan yang diberikan relatif cepat. Tadi kita sudah bertanya kepada beberapa peserta JKN. Hampir semuanya mengatakan puas dengan pelayanan yang diberikan di rumah sakit. Menurut mereka, pelayanan untuk pasien BPJS Kesehatan sudah baik dan cepat. Kami juga sempat memperhatikan kondisi antrean saat pengambilan obat peserta. Di sana para peserta juga tidak terlalu lama menunggu. Meski begitu ke depannya kita juga akan terus berbenah agar dapat meningkatkan kepuasan peserta JKN terhadap layanan yang telah diberikan,” ujar Lily.
Lily menyebutkan, pada tahun ini transformasi mutu layanan menjadi fokus utama BPJS Kesehatan. Ia mengatakan bahwa ada tiga hal yang menjadi kata kunci transformasi mutu layanan BPJS Kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan setara. Oleh karena itu, Lily berharap seluruh fasilitas kesehatan yang menjadi mitra kerja BPJS Kesehatan bisa memberikan dukungan sepenuh hati terhadap pelaksanaan Program JKN demi mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
“Pada tahun 2023 ini BPJS Kesehatan memang secara bertahap bergerak melakukan transformasi mutu layanan, utamanya demi peserta Program JKN. Kami memiliki tiga kata kunci transformasi mutu layanan yaitu mudah, cepat, setara. Mudah artinya secara akses peserta JKN dapat mudah menjangkau fasilitas kesehatan. Cepat artinya peserta JKN dapat dilayani tanpa administrasi yang sulit dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Kemudian setara, lanjut Lily, artinya seluruh peserta JKN berkesempatan mendapatkan pelayanan yang setara di seluruh fasilitas kesehatan tanpa didiskriminasi atau menerima perlakuan yang berbeda dengan pasien lainnya. Menurut Lily, dibutuhkan engagement yang baik dengan seluruh fasilitas kesehatan sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan untuk bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi peserta JKN.
Sampai dengan April 2023, terdapat sebanyak 3.120.988 atau 99,16% penduduk Kabupaten Bekasi yang telah terdaftar sebagai peserta Program JKN. Untuk memberikan pelayanan kesehatan, 43 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di wilayah Kabupaten Bekasi telah menjadi mitra kerja BPJS Kesehatan Cabang Cikarang.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Annisa, Noor Arida Sofiana mengakui banyak sekali hal-hal ataupun masukan dari BPJS Kesehatan yang telah memberikan dampak positif bagi peserta JKN. Ia mengungkapkan bahwa RS Annisa berkomitmen untuk selalu menjalankan apa saja yang dibutuhkan untuk melaksanakan transformasi mutu layanan. Ia juga berharap, penerapan digitalisasi pada layanan kesehatan ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk peserta JKN, dalam mengakses layanan kesehatan.
“Kami juga selama ini selalu berkomitmen untuk selalu melaksanakan apa saja yang dibutuhkan untuk melaksanakan transformasi mutu layanan karena tujuan kita bersama yaitu memberikan mutu layanan yang bagi peserta JKN. Ke depannya kita juga akan mendorong pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN bagi peserta JKN serta terus memberikan edukasi yang masif terkait Program JKN kepada masyarakat sekitar. Kami juga mengapresiasi tim BPJS Kesehatan Cabang Cikarang yang terus memberikan dukungan dan respon yang cepat terhadap penyelesaian masalah di rumah sakit,” ujarnya. (**)



















