Pemkab Bekasi Gunakan Maggot Demi Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng

PEMERINTAHAN2,145 BACA

KABUPATEN BEKASI – Penggunaan maggot atau belatung (Hermetia) terus digalakan Pemkab Bekasi dalam mengurai persoalan sampah. Dengan metode hermetia ini, diharapkan persoalan sampah yang dihadapai Kabupaten Bekasi dapat terurai secara perlahan.

Penggunaan maggot ini juga menjadi program yang telah dilaunching Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan. Program itu diberi nama Sistem pengolahan sampah di hulu dengan metode hermetia atau maggot Stemple Setia) yang pertama dilaunching di TPS Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, pada Selasa (15/8/2023).

Dani Ramdan menyampaikan, tempat pengelolaan sampah di hulu dengan metode hermetia atau maggot, saat ini baru ada dibeberapa tempat, yaitu di TPS Pemda Kabupaten Bekasi, Pasar Babelan, Kantor Kecamatan Bojongmangu, dan di SMPN 2 Cikarang Pusat.

“Ya, untuk hari ini adalah peresmian atau launching percontohan pengolahan sampah di hulu dengan metode hermetia atau maggot. Diharapkan ini bisa disebarluaskan atau disosialisasikan ke seluruh kecamatan, desa-desa dan pasar, atau sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Dani meminta sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi dapat mendidik para siswanya supaya mereka ikut membiasakan mengelola sampah. Bahkan meminta sekolah untuk mengembangkan system pengolahan sampah dengan maggot ini.

Dani berharap, semua sampah organik sebaiknya diolah seperti ini agar tidak harus di angkut ke TPA Burangkeng yang sudah over kapasitas.

“Untuk di pasar, sampah domestiknya sangat banyak, tapi kalau sampah organiknya bisa habis diolah dengan cara seperti ini, maka penumpukan sampah di TPA bisa berkurang. Kami harap program ini bisa menyebar luas di seluruh, kecamatan, desa, pasar, atau pun sekolah sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *