JAKARTA — Aroma kejutan menyeruak jelang peringatan Hari Buruh Internasional. Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan akan “menggelontorkan kado” bagi ratusan ribu buruh yang bakal memadati Monumen Nasional (Monas), 1 Mei 2026.
Sinyal itu diungkap Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Ia meminta publik, khususnya kalangan buruh, bersabar menanti pengumuman langsung dari kepala negara.
“Nanti Pak Presiden yang akan menyampaikan beberapa kado untuk teman-teman buruh dan pekerja. Kita tunggu saja,” ujar Yassierli di Jakarta, Rabu.
Tak tanggung-tanggung, peringatan May Day tahun ini diprediksi bakal jadi lautan manusia. Lebih dari 200 ribu buruh disebut akan “mengepung” kawasan Monas sejak pagi hari.
Presiden dijadwalkan hadir di tengah massa buruh sekitar pukul 08.00 WIB. Setengah jam berselang, Prabowo akan menyampaikan pidato yang dinanti—berisi janji, arah kebijakan, hingga “kado” yang kini masih dirahasiakan.
Informasi serupa disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Ia menyebut jumlah massa bahkan bisa menembus 211 ribu orang, datang dari berbagai daerah dan konfederasi.
“Buruh dari berbagai wilayah akan hadir. Ini momentum besar,” katanya.
Gelombang massa buruh yang memadati ibu kota ini menjadi tekanan sekaligus panggung bagi pemerintah. Di tengah tuntutan klasik soal upah, jaminan kerja, hingga perlindungan tenaga kerja, publik kini menunggu: apakah “kado” dari Istana benar-benar menjawab jeritan buruh—atau sekadar janji lama yang dipoles ulang. (iB)



















