Tabrakan Maut di Bekasi Timur! Argo Bromo Hantam KRL, Gerbong Wanita Remuk Ditembus!

HUKUM67 BACA

BEKASI TIMUR – Malam belum terlalu larut ketika suara benturan keras memecah aktivitas di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Dalam hitungan detik, situasi berubah kacau. Rangkaian KRL Commuter Line yang semula dipadati penumpang mendadak terguncang hebat setelah ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan skala benturan yang tidak biasa. Gerbong depan kereta jarak jauh itu dilaporkan menembus hingga ke badan gerbong khusus wanita. Baja yang seharusnya kokoh tampak terlipat, jendela pecah, dan rangkaian kereta saling mengunci dalam posisi yang mengerikan.

Sejumlah penumpang mengaku hanya punya waktu sepersekian detik untuk bereaksi. “Tiba-tiba terdorong keras dari belakang, lampu padam, orang-orang berteriak,” ujar seorang saksi yang selamat. Di dalam gerbong yang ringsek, beberapa korban sempat terjepit sebelum akhirnya dievakuasi petugas.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di KM 28+920 ini langsung melumpuhkan jalur padat Bekasi–Cikarang. Arus perjalanan kereta, baik komuter maupun jarak jauh, tersendat total. Peron yang biasanya teratur berubah menjadi titik konsentrasi penumpang yang kebingungan, sebagian memilih turun dan mencari alternatif transportasi.

Petugas gabungan dari PT KAI dan kepolisian bergerak cepat. Evakuasi dilakukan di tengah keterbatasan ruang dan kondisi gerbong yang tidak stabil. Prioritas diberikan pada korban luka, sementara upaya pembukaan jalur terus dikebut untuk mengurai dampak yang meluas.

PT KAI Daop 1 Jakarta menyatakan penanganan korban dan pemulihan operasional menjadi fokus utama. Permohonan maaf disampaikan kepada masyarakat, seiring investigasi penyebab tabrakan yang masih berlangsung.

Di lokasi kejadian, jejak benturan masih terlihat jelas—rel yang dipenuhi serpihan, gerbong yang terdistorsi, dan suasana yang belum sepenuhnya pulih. Malam itu, di Bekasi Timur, perjalanan ribuan orang terhenti mendadak, digantikan oleh kepanikan, sirene, dan upaya penyelamatan yang berpacu dengan waktu. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *