BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Rp500 Juta untuk 500 Santri Penghafal Al-Qur’an

PEMERINTAHAN100 BACA

CIKARANG PUSAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan sebesar Rp500 juta kepada 500 santri penghafal Al-Qur’an melalui program Bekasi Takwa. Setiap santri menerima bantuan sebesar Rp1 juta.

Penyaluran bantuan berlangsung di Aula Gedung BAZNAS Kabupaten Bekasi, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin (26/10/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mengapresiasi program tersebut karena dinilai dapat memotivasi para santri untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’an sekaligus mendukung pembentukan generasi yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua dan jajaran BAZNAS Kabupaten Bekasi, Kementerian Agama, serta para pendidik dan santri. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi keberkahan sekaligus menambah motivasi para penghafal Al-Qur’an untuk terus belajar dan meningkatkan hafalannya,” ujar Endin.

Ia juga mengajak aparatur sipil negara (ASN), dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Aminulloh, mengatakan bantuan bagi 500 santri tersebut merupakan bagian dari program Bekasi Takwa yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

Menurutnya, pendaftaran peserta dibuka secara daring agar dapat diakses masyarakat luas. Program ini tidak menetapkan jumlah minimal juz hafalan sebagai persyaratan utama, tetapi mempertimbangkan ketentuan program, usia, dan kemampuan masing-masing santri.

Aminulloh menambahkan, Bekasi Takwa merupakan satu dari lima program utama BAZNAS Kabupaten Bekasi, selain Bekasi Cerdas, Bekasi Sehat, Bekasi Peduli, dan Bekasi Mandiri.

Ia berharap partisipasi sektor swasta dan industri dalam penghimpunan zakat, infak, dan sedekah meningkat. Selama ini, penghimpunan dana BAZNAS Kabupaten Bekasi masih didominasi ASN, padahal potensi zakat di daerah tersebut dinilai besar seiring keberadaan kawasan industri dan banyaknya tenaga kerja.

Salah seorang penerima bantuan, Amila Hurilaini (13), santri kelas VIII asal Cibarusah, mengaku senang menerima bantuan tersebut. Ia berharap bantuan itu dapat menambah semangatnya dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.

“Bantuan ini juga bisa menjadi motivasi supaya saya semakin semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Amila.

Amila mengaku mulai menghafal Al-Qur’an sejak kelas IV sekolah dasar saat mulai mondok. Hingga kini, ia rutin menambah hafalan dan mengulang hafalan agar tetap terjaga. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *