HRD Bekapurs Resmi Dibentuk, Plt Bupati Bekasi Asep : Saatnya Perkuat SDM dan Hubungan Industrial

EKBIS50 BACA

SERANG BARU – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengapresiasi pembentukan Forum Komunikasi Human Resources Development (HRD) Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang (Bekapurs). Forum tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat hubungan industrial, serta mendukung pertumbuhan dunia usaha.

Apresiasi itu disampaikan Asep saat peluncuran Forum Komunikasi HRD Bekapurs di Hotel Lakeside TELL, Jalan Pasir Randu, Kecamatan Serang Baru, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Asep, forum tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat komunikasi antarpelaku HRD dan perusahaan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan di kawasan industri Bekapurs.

Ia mengatakan, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri strategis di Indonesia dengan potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan membuka lapangan kerja. Namun, perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja menuntut tenaga kerja yang kompeten, profesional, produktif, serta mampu beradaptasi.

“Potensi ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja menuntut tenaga kerja yang kompeten, profesional, produktif, dan mampu beradaptasi,” ujar Asep.

Ia menegaskan, praktisi HRD tidak hanya bertanggung jawab dalam pengelolaan kepegawaian, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis perusahaan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Asep berharap Forum Komunikasi HRD Bekapurs menjadi ruang bertukar pengalaman, menyampaikan gagasan, dan mencari solusi atas persoalan ketenagakerjaan. Ia juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar masyarakat Kabupaten Bekasi memiliki kesempatan lebih luas untuk berkontribusi dalam pertumbuhan industri.

“Melalui peran strategis para praktisi HRD, saya berharap nilai-nilai profesionalisme, kedisiplinan, keadilan, dan saling menghargai dapat terus diperkuat dalam dunia usaha,” katanya.

Asep turut mengajak forum tersebut bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, serta mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi HRD Bekapurs, Yosminaldi, mengatakan pembentukan organisasi tersebut dilandasi keinginan memperkuat hubungan industrial, mulai dari tingkat regional hingga nasional, bahkan Asia Tenggara.

Menurutnya, praktisi HRD memiliki posisi strategis karena berada di antara kepentingan pengusaha dan pekerja. Karena itu, HRD harus menjalankan peran secara profesional, objektif, dan berimbang dalam membantu menyelesaikan persoalan hubungan industrial.

“Kami memulai dari wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang. Tujuan utama kami adalah memperkuat pola hubungan industrial di Indonesia, bahkan berkontribusi dalam lingkup Asia Tenggara,” ujar Yosminaldi.

Ia menambahkan, Forum Komunikasi HRD Bekapurs ingin terlibat dalam pengembangan hubungan industrial di tingkat nasional, termasuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan pencarian solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Yosminaldi menilai, penyelesaian persoalan hubungan industrial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pengusaha dan pemerintah, tetapi juga organisasi HRD serta kalangan akademisi. Keterlibatan tersebut diperlukan agar pembahasan dan penyusunan solusi berlangsung objektif dan komprehensif.

Melalui forum ini, kolaborasi antara praktisi HRD, perusahaan, pemerintah, dan akademisi diharapkan semakin kuat sehingga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja, menjaga keharmonisan hubungan industrial, serta mendorong pertumbuhan industri dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bendahara Forum Komunikasi HRD Bekapurs, S. Widi Karyaningsih, berharap pembentukan forum tersebut dapat memperkuat solidaritas dan eksistensi praktisi HRD di wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.

Ia berharap forum ini menjadi wadah pemersatu praktisi HRD sekaligus memberikan manfaat nyata bagi terciptanya hubungan industrial yang harmonis di kawasan tersebut.

“Ya, HRD semakin bersatu dan menjadikan keberadaan HRD bermanfaat bagi hubungan industrial di wilayah ini,” harapnya. (iB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *