Investasi Puluhan Triliun Mengalir, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Nuryasin Soroti Manfaat untuk Warga Bekasi

POLITIK91 BACA

CIKARANG PUSAT – Kabupaten Bekasi dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Investasi bernilai puluhan triliun rupiah terus mengalir, namun besarnya investasi tersebut dinilai harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan masyarakat setempat.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Nuryasin, Lc., mengatakan keberadaan kawasan industri tidak cukup hanya menghasilkan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, masyarakat Kabupaten Bekasi juga harus mendapatkan manfaat nyata dari aktivitas industri tersebut.

“Paling tidak, kita berharap ada perhitungan berapa bagian yang bisa diterima daerah dari nilai investasi tersebut,” ujar Nuryasin.
Ia menilai manfaat investasi tidak hanya diukur dari terbukanya lapangan pekerjaan. Pendapatan daerah serta pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) juga harus menjadi bagian dari kontribusi industri terhadap daerah.

Nuryasin berharap pemerintah pusat dapat menyiapkan skema yang jelas mengenai bagian yang dapat diterima daerah dari aktivitas investasi di kawasan industri.

“Investasi yang besar harus memberikan dampak yang besar pula bagi daerah dan masyarakat,” katanya.

Selain persoalan kontribusi investasi terhadap daerah, Nuryasin menyoroti penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, besarnya kawasan industri di Kabupaten Bekasi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesempatan kerja yang dinikmati masyarakat setempat.

Padahal, Kabupaten Bekasi memiliki jumlah penduduk sekitar 3,4 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen merupakan penduduk usia produktif.

“Angka pengangguran kita masih tinggi,” tegasnya.

Karena itu, Nuryasin berharap aturan mengenai kawasan industri ke depan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Kita berharap ada pembatasan tenaga kerja dari luar daerah,” tandasnya.

Menurutnya, penguatan tenaga kerja lokal menjadi salah satu hal penting agar keberadaan kawasan industri tidak hanya menjadi magnet investasi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *