CIKARANG PUSAT – Langkanya ketersediaan minyak goreng membuat Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi berkirim surat meminta Bulog bekerjasama menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) minyak goreng.
Dalam surat permohonan tersebut, Disdag meminta agar Bulog menyedikan 161 ribu liter minyak goreng untuk dipasarkan di operasi pasar murah se-Kabupaten Bekasi.
“Makanya kami berkirim surat ke Bulog agar dilakukan OPM minyak goreng murah. Selain untuk menekan harga minya goreng agar stabil, juga untuk memenuhi stok minyak goreng dipasaran yang beberapa waktu ini cukup langka,” ujar Kabid Badan Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti.
Dalam surat permohonan tersebut, Dinas Perdagangan meminta agar Bulog bisa bekerjasama menggelar OPM minya goreng di 23 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. jumlah minyak goreng yang diminta sebanyak 161 ribu liter.
“Atau kalau dihitung perkecamatan, tiap kecamatan sebesar 7000 liter,” katanya.
Menurutnya, OPM minyak goreng cukup efektip untuk menjaga ketersediaan stok minyak goreng di masyarakat. Terbukti, OPM minyak goreng yang digelar beberapa waktu lalu cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama warga di kecamatan tempat OPM minyak goreng tersebut diadakan.
“Ya kami menilai operasi pasar ini cukup efektip untuk menjaga ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat,” tambahnya.
Dengan begitu, Disdag Kabupaten Bekasi berharap agar Bulog segera menindaklanjuti surat permohonan operasi pasar murah minyak goreng digelar di Kabupaten Bekasi.
Selain itu, operasi pasar murah minyak goreng juga sesuai untuk menindaklanjuti peraturan menteri perdagangan RI nomor 06 tahun 2022 tentang penerapan harga eceran tertinggi minya goreng sawit.
Juga siaran pers menteri perdagangan pada tanggal 27 jannuari 2022 tentang jaga stok dan stabilitas harga minyak goreng, kemendag terapkan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO). (IB)



















