CIKARANG PUSAT – Terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat membantu Siti Deliana (21) yang saat ini tengah dalam proses untuk menyelesaikan skripsi di salah satu Perguruan Tinggi di Bekasi. Menurutnya banyak tantangan yang harus ia hadapi agar bisa menyelesaikan tugas untuk mendapatkan gelar sarjananya, termasuk dalam hal menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit yang tak diinginkan.
Wanita yang akrab disapa Deliana ini mengakui bahwa terkadang untuk menyelesaikan tugas akhirnya tak hanya pikirin tetapi tenaga juga perlu dipersiapkan. Ia mengatakan hal tersebut saat ini tak menjadi masalah bagi dirinya karena saat ini Deliana beserta keluarga telah terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS segmen peserta PBPU kelas III. Dengan telah menjadi peserta JKN-KIS ia tak perlu memikirkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan apabila sewaktu-waktu mengalami sakit.
“Terkadang lumayan lelah juga untuk menyelesaikan tugas skripsi, tak hanya otak tetapi kita juga harus menyiapkan tenaga. Sebagai contoh ketika kita harus menemui dosen pembimbing atau ketika kita melakukan survey lapangan untuk kelengkapan data. Tetapi saya tak perlu cemas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jika sewaktu-waktu mengalami sakit karena saya beserta keluarga telah terdaftas sebagai peserta Program JKN-KIS,” ujar Deliana kepada tim Jamkesnews, Jum’at (20/05).
Meskipun saat ini masih menjadi tanggungan orang tuanya namun menjadi peserta Program JKN-KIS sejak dini menurut Deliana sangatlah penting, karena menurutnya kesehatan sudah menjadi kebutuhan pokok setiap orang yang tak bisa ditawar. Wanita ini juga mengakui bahwa meskipun sampai saat ini belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS miliknya namun ia merasa tidak keberatan jika keluarganya harus membayar iuran tiap bulannya karena menurutnya antisipasi memiliki jaminan kesehatan lebih baik daripada harus mengeluarkan biaya pelayanan kesehatan.
“Kesehatan itu sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang yang tak bisa ditawar-tawar lagi, oleh karena itu menjadi peserta JKN sejak dini sangat penting. Saya tidak merasa keberatan jika memang keluarga saya harus membayar iuran JKN tiap bulannya agar kepesertaan kami tetap aktif. Antisipasi memiliki jaminan kesehatan itu lebih baik daripada harus mengeluarkan biaya pelayanan kesehatan yang tidak sedikit jika harus melalui jalur umum ketika berobat,” tandasnya. (rls)



















