Pusaka Bhagasasi, Padi Khas Kabupaten Bekasi

PEMERINTAHAN2,253 BACA

CIKARANG SELATAN – Kabupaten Bekasi akan memiliki padi khas yang diberi nama Pusaka Bhagasasi. Saat ini, padi yang memiliki keunggulan tahan dari serangan hama itu telah didaftarkan di departemen pertanian untuk mendapatkan sertifikat illegal sebagai padi khas Kabupaten Bekasi.

Proses pendaftaran padi Pusaka Bhagasasi itu didorong langsung oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi. Bahkan, Balitbangda juga memfasilitasi pendaftaran padi itu dengan menggelar Workshop Observasi Daya Hasil Padi Varietas Lokal Mano Kabupaten Bekasi di hotel Ayola pada Rabu (14/09).

“Yang jelas Balitbangda itu mendukung kontek bagaimana padi Mano ini bisa didaftarakan didepartemen pertanian untuk mendapatkan sertifikat legal milik pemerintah Kabupaten Bekasi yang kebetulan sudah disepaktai oleh tim namanya Pusaka Bhagasasi,” ujar Kepala Balitbangda Kabupaten Bekasi, H. Entah Ismanto.

Entah berharap dengan adanya pendaftaran varietas padi unggulan ke departemen pertanian itu mendapat pengakuan jika Kabupaten Bekasi juga memiliki padi unggulan yang bernama Pusaka Bhagasasi. Sehingga kedepannya akan mendorong budidaya pertaninan di Kabupaten Bekasi semakin meningkat.

“Apalagi Kabupaten Bekasi masih memiliki luas lahan saha sebanya 38 ribu hektar. Jadi dengan adanya bibit unggul ini dapat memberdayaan para petani meningkatkan produktifitasnya,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, Pemkab Bekasi juga akan menyiapkan infrastruktur pertanian seperti saluran primer, sekunder dan tersier sampai saluran cacingnya. Juga menyiapkan danau buatan yang mendukung proses kegiatan pertanian di kabupaten Bekasi.

“Di kita juga ada dana buatan di wilayah Bekasi utara itu untuk mensupport penerapan bibit padi varietas unggul ini, sehingga mendorong kesejahteraan para petani kita,” tambahnya.

Selain itu, H. Entah berharap, dengan adanya temuan padi unggulan Kabupaten Bekasi ini dapat menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai lumbung padi Jawa Barat. Katanya, pada ini telah dilestarikan petani asal Kedung Waringin dengan memiliki keunggulan seperti mampu menyesuaikan dengna kondisi lahan dan juga tahan terhadap serangan hama tani.

“Dan padi ini juga sedang diobservasi oleh balai pertanian sebagai syarat untuk didaftarakan di departemen pertanianan, para penelitinya juga doctor, professor, jadi tidak sembarangan,” ujarnya.

Kedepan juga Balitbangda berharap padi Pusaka Bhagasasi ini dapat mengundang para investor untuk menanamkan modalnya bagai pengembangan bisnis pertaninan di Kabupaten Bekasi. (IB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *