Empat Hari Terendam Banjir, Ribuan Warga PNR Karangbahagia “Kepung”Kantor Pemasaran Developer

HUKUM2,198 BACA

KABUPATEN BEKASI  – Ribuan warga perumahan Puri Nirwana Residence (PNR) Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia turun ke jalan melakukan aksi tuntutan kepada developer perumahan pada senin (27/02). Mereka menuntut agar developer PNR bertanggungjawab atas banjir yang telah merendam ribuan rumah sejak jumat (24/02).

Aksi warga tersebut dipicu tidak adanya upaya dari developer PNR untuk mengantisipasi banjir yang telah merendam pemukiman warga selama empat hari itu. Padahal, sebagian besar warga sudah harus aktif bekerja.

“Karena masih saja terjadi banjir, kami lagi-lagi harus absen dan tidak bisa masuk kerja. Banjir sudah empat hari, seharusnya ada tindakan konkrit dari pengembang, jangan diam saja nunggu banjir kering sendiri, bisa lama,” ujar seorang warga PNR, Eko dengan nada kesal.

Dengan kondisi tersebut, Eko bersama ribuan warga lainnya turun kejalan menuntut pihak developer agar segera mengambil tindakan. Apalagi, salah satu factor lamanya air surut karena tanggul di salah satu blok perumahan tersebut jebol. Otomatis, air tumpah ruah dan tak teratur keluar saluran.

Ketua RT 12 Kamal mengungkapkan ada beberapa point yang dituntut warga PNR di antaranya developer melakukan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Solusi jangka pendek yaitu mengevakuasi warga dengan perahu karet, membangun dapur umum di depan Alfamidi belakang, peningkatan jalan utama dan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Sementara, jangka panjang yaitu segera melakukan perbaikan terhadap tanggul jebol, normalisasi seluruh danau di PNR, meninggikan tanggul sungai atau kali Kalenrasmi, mengaktifkan dan menambahkan pompa air.

“Ya tuntutan ini kami lakukna karena banjir sudah empat hari tetapi tidak ada tindakan dari developer,” tegasnya. Bahkan jika, developer tidak malaksanakan janjinya itu, maka warga PNR akan melakukukan aksi lebih besar lagi.

Aksi warga tuntut pengembanga PNR itu juga dihadiri Kepala Desa Sukaraya Danu Sumarno dan Camat Karangbahagia, Karnadi. Kehadirian para perangkat pemerintah daerah dan desa itu diharapkan dapat menekan developer agar segera bertindak mengantisipasi banjir yang tiap tahunnya selalu terjadi di PNR.

“Jika PNR tidak segera menanggulangi persoalan banjir ini maka kami dari kecamatan akan melaporkan PNR ke pemerintah daerah karena tidak dapat menampung aspriasi warga PNR soal banjir ini,” tandasnya. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *