Advokat Zuli Zulkifli Duga Kasus Pelecehan Terjadi Pada Perusahaan yang Memperkerjakan Banyak Kaum Hawa

HUKUM2,169 BACA

KABUPATEN BEKASI – Advokat LBH Arjuna Zuli Zulkifli menduga kasus pelecehan karyawati wajib ngamar dengan atasan terjadi para perusahaan-perusahaan yang banyak mempekerjakan kaum hawa. Dengan begitu, Dia meminta aparat kepolisian melakukan investigasi agar kasus tersebut tuntas.

“Ya karyawati yang menjadi korban mungkin akan mikir dua kali untuk lapor, sebab itu bisa menjadi aib untuk dia dan keluarganya di masyarakat, makanya saya meminta aparat hukum akan melakukan investigas ke perusahaan-perusahaan yang diduga berpotensi terjadi pelecehan itu,” ujar Zuli.

Bakal Calon Anggota DPRD Kabupaten Bekasi berharap aparat hukum dapat bergerak melalui intelejennya di masyarakat. Dengan begitu, dia yakin kasus karyawati wajib ngamar dengan atasan di dalam perusahaan bisa diselesaikan.

“Kita lihat cukup banyak juga perusahaan-perusahaan di Cikarang yang mempekerjakan kaum hawa. Nah perusahaan ini yang patut diawaspadai,” katanya.

Tak hanya itu, politisi dari PPP ini juga menduga jika atasan yang menjadi pelaku bukan dari orang lokal, tetapi kuat dugaan dilakukan ekspatriat. “Ya dugaan saya pelecehan karyawati itu dilakukan ekspatriat perusahaan, bukan dari lokal kita,” tandasnya.

Sebelumnya, viral di media sosial mengenai isu adanya dugaan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oknum atasan sebuah perusahaan di Cikarang, yang mewajibkan pekerja wanita untuk bermalam di hotel agar kontrak kerjanya diperpanjang.

Isu yang beredar itu mencuat setelah diunggah oleh Jhon Sitorus melalui akun twitter @Miduk17. Bahkan ia menilai masalah tersebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan pekerja di Cikarang.

Bahkan menurut Jhon Sitorus, yang mengerikan hal ini ternyata sudah menjadi rahasia umum perusahaan dan hampir semua karyawan mengetahuinya.

Informasi yang dibagikan Jhon Sitorus ini mendadak viral dan sampai Rabu (3/5/2023) sudah dilihat 530 ribu kali.

Para karyawati atau korban enggan bicara karena takut kehilangan pekerjaan mereka.

Meski begitu, Jhon Sitorus yakin, setelah cuitannya akan ada korban atau karyawati yang akan berani bicara. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *