KABUPATEN BEKASI – Tak terhitung sudah berapa banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Termasuk Hanif Wijayanto (33), seorang peserta JKN yang bekerja di sebuah perusahaan di wilayah Kawasan Jababeka, Kabupaten Bekasi. Pria ini pun tanpa segan bersedia membagi pengalamannya tersebut dengan tim Jamkesnews yang menyambangi kediamannya.
“Alhamdulillah, saya sangat merasa sangat bersyukur dengan telah terdaftar sebagai peserta Program JKN. Saya didaftarkan di segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari perusahaan tempat saya bekerja. Saya bisa dibilang sudah beberapa kali merasakan manfaat terdaftar ke dalam programtersebut. Kala itu ketika saya mengalami demam, batuk, dan menggigil sampai harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit,” ungkap Hanif, Senin (27/02).
Saat itu Hanif mengira ia terkena gejala mirip Covid-19, sebab ia merasakan demam dengan suhu badan yang cukup tinggi disertai dengan batuk. Khawatir akan penyakitnya tersebut Hanif segera berobat ke klinik tempatnya terdaftar dengan kartu JKN miliknya. Tak disangka ia harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif sehingga dirujuk ke rumah sakit dan harus dirawat inap selama tiga hari lamanya.
“Saat itu saya cukup khawatir karena gejala yang saya alami hampir mirip dengan gejala Covid-19 yang sedang ramai-ramainya diberitakan. Saya bersyukur selama tiga hari mendapatkan perawatan yang baik di rumah sakit. Saat saya dinyatakan dokter telah sembuh total, saya baru tahu kalau sakit yang saya alami bukanlah Covid-19,” tutur Hanif.
Hanif menilai jika peserta Program JKN kini mendapatan pelayanan yang baik dari rumah sakit tidak seperti pemberitaan-pemberitaan negatif yang lalu. Ia telah membuktikannya saat mendapatkan perawatan dan tidak mengalami perbedaan layanan antara pasien umum dan peserta Program JKN dari pihak rumah sakit. Tak hanya itu, Program JKN juga telah banyak membantu saat istrinya menjalani proses melahirkan kedua anaknya secara normal.
“Kini yang saya lihat dan rasakan adalah pasien yang berobat dengan kartu BPJS Kesehatan juga mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak rumah sakit. Tidak ada perbedaan layanan antara pasien umum dengan pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Terlebih seluruh biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, saya tidak mengeluarkan biaya pribadi sedikit pun. Bahkan saat istri saya melahirkan kedua anak saya secara normal juga dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Pria dengan dua orang anak tersebut berharap seluruh masyarakat dapat terdaftar sebagai peserta Program JKN dan peduli terhadap keaktifan kepesertaan miliknya sendiri dan keluarganya. Hal tersebut dikatakannya agar apabila ada peserta JKN yang mengalami masalah kesehatan dan membutuhkan pelayanan kesehatan, maka tidak perlu cemas memikirkan soal pembiayaannya. Hanif juga berharap agar BPJS Kesehatan dapat meningkatkan mutu layanan yang diberikan kepada masyarakat dengan memberikan inovasi-inovasi terbaru terkait pelayanan administrasi kepada masyarakat.
“Saya akui jika keberadaan BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di rumah sakit rujukan. Sudah selayaknya semua masyarakat Indonesia terlindungi dengan baik dengan terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Tak hanya itu saya juga turut berharap agar masyarakat peduli juga dengan keaktifan kepesertaan miliknya, jangan ketika sakit ternyata kepesertaannya tidak aktif. Untuk BPJS Kesehatan saya harap dapat terus meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat dengan memberikan inovasi-inovasi terkini berbasis digital,” tuturnya. (**)



















