Anis Baswedan Dibalik Kisah Pengembalian Tongkat Cakra Pangeran Diponegoro

PEMERINTAHAN2,676 BACA

JAKARTA – Ada kisah menarik dibalik pencopotan Anis Baswedan dari Menteri Pendidikan oleh Presiden Jokowi. Konon, dari kepercayaan masyarakat Jawa, barang siapa yang memegang pertama kali tongkat Komando Cakra milik Pangeran Diponegoro, maka orang tersebut berpeluang menjadi pemimpin besar.

Pada Kamis (05/02/2015) malam, Anis Baswedan yang menjabat sebagai Mendikbud menerima perwakilan dari Belanda Michael bauld yang menyerahkan tongkat Cakra Pangeran Diponegoro.

Anies tampak antusias dengan tongkat itu. Dia juga memegang tongkat itu. Tongkat itu kabarnya disita pihak Belanda saat Diponegoro ditangkap pada 1832 silam.

Pusaka ini ibarat seperti tongkat komando perang milik Pangeran Diponegro saat memimpin Perang Diponegoro (1825-1830). Belanda berhasil menangkap Pangeran Diponegoro dan merampas pusaka itu lalu dibawa ke Belanda. Setelah hampir dua ratus tahun, tongkat cakra Pangeran Diponegoro itu dikembalikan ke Indonesia.

Namun, bukan Presiden yang menerima pusaka tersebut, melainkan Anies Baswedan. konon, Presiden Jokowi merasa tersinggung karena Anies Baswedan adalah orang pertama yang menerima pusaka itu. Kabarnya dari peristiwa itu menjadi salah satu alasan Presiden Jokowi meresufflle cucu Pahlawan Nasional AR Baswedan ini dari jabatan Mendikbud. Benarkah demikian?

Pertanyaan itu disampaikan Andi F Noya dalam program KICK ANDY yang disiarkan Metro TV pada Minggu, 18 Juni 2023 malam. “Apa benar, Anda menelikung Jokowi,” tanya Andi.

Anis Baswedan pun menjawab jika peristiwa itu terjadi saat dirinya menjabat sebagai Mendikbud. Saat itu, pemerintah Belanda memang akan mengembalikan tongkat Cakra Pangeran Diponegoro ke Indonesia.

“Nah, ini sangat top secret, tidak diketahui kapan waktunya. Sangat rahasia dan dijaga betul karena nilai dari barang ini priceless, tidak ternilai harganya. Dan banyak orang untuk memburu barang ini,” jelas Anies Baswedan.

Menurut Anies, pengembalian tokat ini pun sangat hati-hati oleh Pemerintah Belanda. Bahkan dilakukan dengan operasi khusus dimana waktu, tempat dan kapan akan dikembalikannya pun tidak seorang pun tahu.

Meski begitu, Anis menegaskan jika dirinya melaporkan pengembalian tongkat Cakra ke Presiden Jokowi.  “Nah, kemudian ini saya laporkan ke Presiden Jokowi bahwa akan ada pengembalian Tongkat Komando Pangetan Diponegoro ke Indonesia,” katannya.

Anies mengungkapkan, setelah itu kemudian diatur dengan membuat semacam event di Galery Nasional bersamaan dengan pameran Raden Saleh tentang Pangeran Diponegoro. “Jadi covernya itu supaya ada event. Dan kita tidak tahu, Pemerintah Belanda tidak memberikan informasi penerbangan jam berapa, kapan, tidak ada yang tahu,” kata anies.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, Presiden Jokowi dijadwalkan hadir di Galery Nasional. Namun sehari dua hari sebelumnya, ternyata Presiden Jokowi tidak bisa hadir karena ada acara ke Filipina.

“Sehingga acara yang semula dihadiri oleh Presiden diwakilkan kepada Mendikbud. Jadi saya mewakili Presiden menerima cakra Pangeran Dipoengero,” jelas Anies.

Saat ditanya sudah sudah seizin Presiden menerima tongkat cakra itu? Anies dengan tegas menjawab, ya!

Jadi Anda tidak menelikung Presiden? Anies dengan tegas menjawab, “Tidak-tidak, karena itu, saya mewakili. Dan ini sudah biasa, ketika Presiden tidak hadir, maka menteri yang relevan hadir di situ,” jawab Anies. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *