KABUPATEN BEKASI – Tawuran pelajar masih menjadi problematik di Kabupaten Bekasi. Peran serta dunia Pendidikan serta orang tua dan masyarakat dinilai sangat penting untuk meredam terjadinya aksi tawuran pelajar yang kerap terjadi dibeberapa wilayah Kabupaten Bekasi.
“Tawuran pelajar ini harus ada solusi konkrit dari semua pihak. Jangan hanya berpangku dengan dunia Pendidikan saja tetapi juga elemen masyarakat dan orang tua harus dilibatkan,” ujar Caleg DPR RI Dr. Anwar Budiman, SH, MM kepada media pada Kamis (04/01/2024).
Tawuran dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi pelakunya maupun masyarakat luas.Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya tawuran pelajar.
Menurutnya ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya tawuran pelajar di antaranya pengaruh lingkungan dimana lingkungan yang kurang baik dapat mendorong siswa untuk terlibat tawuran. Selain itu juga dipicu persaingan antar geng di sekolah yang merasa gengnya ingin dihargai dan dihormati dari geng di sekolah lainnya.
Selain itu juga pengaruh dari akses media yang begitu mudah. Bagamanapun media sosial sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa, jika yang ditonton kekerasan kemungkinan akan berpeluang melakukan prilaku yang keras.
“Nah ini yang perlu di antisipasi, bagaimana para pelajar ini bergaul dan bermain dilingkungan yang baik, tidak merasa dirinya paling hebat dari yang lain serta control terhadap penggunaan gadget para siswa baik di lingkungan atau di luar sekolah,” jelas Dr. Anwar Budiman.
Peran dunia Pendidikan dan orang tua dalam mempengaruhi pola pikir siswa dan mendorong agar mereka tidak melakukan tawuran. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menyibukan para siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakulikuler positif.
Selain itu, peran para Pendidikan dalam meningkatkan kepercayaan siswa, terutama dalam bergaul sesama teman, tidak ada saling membuly antar pelajar.
“Nah para guru juga sangat penting dalam membentuk karakter siswa, tak hanya memberikan pelajara dalam kelas tetapi para guru juga memberikan pengawasan terutama jika ditemukan siswa yang kurang dalam pergaulan serta pembulian, ya harus dicegah,” paparnya.
Politisi Partai Bintang Mercy ini juga menilai sangat penting peran keluarga dimana keluarga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya tawuran pelajar. Orang tua harus memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup kepada anaknya, serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika sejak dini.
Ketiga, Peningkatan peran masyarakat. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mencegah terjadinya tawuran pelajar. Masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap anak-anak di lingkungannya, serta melaporkan adanya tindak kekerasan kepada pihak yang berwenang. (**)



















