JAKARTA – Dalam suasana debat capres di Istora Senayan kemarin, terasa dan tampak sekali optimisme seorang Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.
Patut kita apresiasi pak Prabowo mampu menjaga emosi dan nama Kementerian Pertahanan. Memang beliau banyak diserang Anies dan Ganjar.
Prabowo menunjukan dirinya seorang negarawan. Bahkan saat dicecar lawan politiknya itu.
Simak, bagaimana Anies dan Ganjar yang seorang sipil mencari-cari kelemahan dari figur nasionalis. Yang punya track record hebat di dunia pertahanan kita.
Bahkan, saat sang politikus meminta data keamanan negara dibuka. Prabowo, mantan Kopassus pasukan elit Indonesia tidak terpancing membuka data data pertahanan. Demi menjaga keamanan negara.
Simak, bagaimana Anies dan Ganjar yang seorang sipil mencari-cari kelemahan dari figur nasionalis. Yang punya track record hebat di dunia pertahanan kita.
Bahkan, saat sang politikus meminta data keamanan negara dibuka. Prabowo, mantan Kopassus pasukan elit Indonesia tidak terpancing membuka data data pertahanan. Demi menjaga keamanan negara.
Debat capres menampilkan karakter emosi yang matang. Tidak asal serang, membabi buta menjelekan sesuatu yang tak dipahami seperti aktivis jalanan.
Pak Prabowo dengan budi pekerti, intelektualnya itulah yang berhasil meraih dukungan kuat dari rakyat Indonesia, khususnya generasi Z yang semakin aktif terlibat dalam dinamika politik negara.
Sejak dilantik pada Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Prabowo telah membuktikan komitmen dan kinerjanya dalam memimpin Kementerian Pertahanan.
Berbagai program kerja konkrit telah direalisasikan, memberikan dampak positif pada sektor pertahanan dan keamanan Indonesia.
Salah satu keberhasilan yang mencolok adalah dalam bidang diplomasi pertahanan. Prabowo mampu menempatkan Indonesia pada posisi strategis dan diakui dalam ASEAN Defence Minister’s Meeting (ADMM) dan ADMM Plus tahun 2023.
Langkah-langkah diplomasi ini memperkuat kerja sama keamanan dan pertahanan, menjaga perdamaian, serta stabilitas di kawasan.
Pentingnya kedaulatan dan keamanan negara terwujud melalui modernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) TNI. Prabowo tidak hanya menggencarkan pengadaan alutsista modern dari luar negeri, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan industri pertahanan dalam negeri.
Kolaborasi dengan berbagai perusahaan, seperti PTDI, PT PAL, PT Pindad, PT Dahana, dan PT LEN, menunjukkan upaya nyata dalam mengurangi ketergantungan pada produk asing dan membangun kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Program unggulan di bidang penelitian dan pengembangan alutsista semakin menunjukkan komitmen Prabowo. Mulai dari Radar GCI, roket R-Han 450, hingga smart bomb, inovasi-inovasi ini menggambarkan upaya untuk menguasai teknologi kunci dan membangun persenjataan yang handal.
Pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dalam memperkuat pertahanan negara juga menjadi fokus utama.
Melalui pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) dan peningkatan sistem pendidikan di Universitas Pertahanan RI, Prabowo menunjukkan kepeduliannya terhadap kesiapan SDM bidang pertahanan.
Tak hanya itu, kepedulian Prabowo juga terlihat dalam upayanya menyediakan air bersih untuk masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang sering mengalami kekeringan.
Satgas Air Bersih yang dibentuk berhasil membangun lebih dari 154 sumur bor dan fasilitas penyaluran air bersih di berbagai provinsi.
Keberlanjutan program ini menunjukkan bahwa Prabowo tidak hanya fokus pada aspek pertahanan militer tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. (**)



















