KABUPATEN BEKASI – Caleg DPR RI Dr. Anwar Budiman, SH, MM meminta Pemkab Bekasi kembali mengaktifkan kinerja Satgas Pengawas Lingkungan. Keberadaan Satgas Pengawas Lingkungan ini penting agar dapat mengontrol pencemaran limbah yang terjadi di beberapa sungai di Kabupaten Bekasi.
“Karena sungai ini menjadi bagian hajat hidup orang banyak, makanya perlu ada control agar sungai tidak tercemar dengan limbah agar airnya bisa dimanfaatkan masyarakat banyak,” ujar Dr. Anwar Budiman.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi membentuk satuan tugas pengawas lingkungan untuk mengawasi aktivitas pembuangan limbah ke sungai yang selama ini airnya masih digunakan warga untuk mandi dan mencuci.
Kebijakan ini diharapkan menuntaskan dahaga publik Bekasi terkait pencemaran lingkungan di wilayah itu. Bahkan, pemerintah daerah juga memastikan limbah dari kawasan industri tak lagi dibuang ke sungai. Satgas tersebut terdiri dari aparat penegak hukum dan komunitas pencinta lingkungan hidup.
“Nah keberadaan Satgas ini jangan hanya momentum doang, baru keberadaan Satgas ini digiatkan. Setelah lama kelamaan tidak terasa lagi keberadaanya. Apalagi pencemaran juga masih tetap terjadi di beberapa sungai di Kabupaten Bekasi seperti sungai Cilemahabang yang terjadi sampai saat ini,” ujarnya.
Pengamat Hukum dan Ketenagakerjaan menilai jika sanksi juga harus tegas. Tak serta merta terhadap salah satu pihak saja, tetapi kepada semua elemen baik perusahaan atau warga yang tidak peduli akan kebersihan mendapatkan perlakuan yang sama dimata hukum.
“Ya sanksi bagi pembaung limbah kesembarang tempat itu perlu, ada mendisiplinkan. Jika tidak ada sanksi yang tegas maka sulit menciptakan wilayah kita bebas sampah,” katanya.
Dengan begitu, Politisi partai berlambang bintang mercy ini meminta agar keberadaan satgas pengawasan lingkungan diaktifkan kembali. Bagaimanapun, pembentukan satuan tugas pengawas lingkungan memberi angin segar bagi warga Bekasi yang sudah bertahun-tahun menyaksikan sumber mata air tercemar limbah.
“Komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan masalah pencemaran lingkungan hidup di daerah itu kini dinanti,” tandasnya. (**)



















