Lahan Pertanian Terus Menyusut, Bacabup Kabupaten Bekasi Faizal Hafan Farid Tegaskan Harus Dipertahankan!

POLITIK1,709 BACA

KABUPATENBEKASI – Luas lahan pertanian di Kabupaten Bekasi terancam dengan alih fungsi ke Kawasan industri dan perumahan. Saat ini,  luas baku sawah di Kabupaten Bekasi mencapai 57.000 hektare.

Pertanian lahan basah akan diarahkan dan ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan dengan luas kurang lebih 35,244 hektar. Jumlah itu tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Bekasi seperti Cabangbungin, Sukawangi, Sukakarya, Sukatani, Karang Bahagia, Pebayuran, Kedungwaringin, Cikarang Timur, Setu, Serang Baru, Cibarusah serta Bojongmangu.

Untuk kawasan holtikultur seluas kurang lebih 2,47 hektar berupa pertaninan lahan kering yang tersebar di Kecamatan Cibarusah, Serang Baru dan Bojongmangu. Untuk lahan kawasan perkebunan seluas 710 hektar berupa tanaman tahunan yang tersebar di Kecamatan Cikarang Selatan, Setu, Serang Baru, Cibarusah serta Bojongmangu.

Namun pada kenyataan di lapangan, alih fungsi lahan terus terjadi dari tahun ke tahun. Lebih parahnya, tidak ada data pasti terkait dengan luas lahan pertanian yang beralih fungsi setiap tahunnya. Pemkab Bekasi juga tidak menerapkan imbalan dan sanksi bagi pemilik sawah yang mempertahankan atau menjual areal sawahnya untuk dialihfungsikan.

“Nah ini yang menjadi persoalan, sebab kelangkaan pangan kedepannya ini kan sudah menjadi isu global yang harus kita antisipasi sejak dini dengan mempertahankan lahan pertanian yang ada agar tidak dialihfungsikan,” kata Anggota DPRD Jawa Barat Faizal Hafan Farid pada Minggu (28/04/2024).

Kabupaten Bekasi saat ini terlihat banyaknya hamparan areal sawah beralih menjadi perumahan, pertokoan, perkantoran, pergudangan, rumah makan, dan lain-lain. Hal terpenting, harus ada zonasi, mana daerah industri dan mana daerah pertanian.

“Ya dua sector pertanian dan industri ini menjadi sangat penting dan tidak bisa dilepaskan agar ekonomi tetap tumbuh dan berkembang. Namun harus ada kebijakan agar kedua sector ini tidak ada yang berkurang, seperti mengedepankan sector industri dengan mengorbankan lahan pertanian, itu juga kurang bijak,” katanya.

Politisi PKS yang digadang-gadang maju sebagai Bacabup Kabupaten Bekasi itu juga menilai perlu mengontrol alih fungsi lahan agar sektor industri dan pertanian berkembang seirama. Jangan sampai salah satu sektor itu berkembang masif, sedangkan sektor lainnya malah terbengkalai.

“Kabupaten Bekasi yang terkenal sebagai kawasan industry terbesar se-Asia Tenggara juga harus tetap mempertahankan lahan pertaniannya,” katanya.

Oleh karena itu pemerintah harus lebih tegas dan serius mengembangkan sektor industri dan pertanian tanpa menghilangkan keunggulan salah satunya demi kemajuan sektor yang lain. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *