Indri Nikmati Kemudahan Klaim Kacamata Lewat Program JKN

EKBIS1,621 BACA

KABUPATEN BEKASI – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus membuktikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Salah satu warga yang telah merasakan langsung manfaat dari program ini adalah Indri (29), seorang pegawai rumah sakit swasta yang berdomisili di Kabupaten Bekasi.

Ia memanfaatkan layanan JKN untuk berobat serta melakukan klaim kacamata dengan mudah dan tanpa kendala. Pekerjaannya yang setiap hari berhadapan langsung dengan layar computer dan gadget mengharuskannya untuk menggunakan kaca mata agar penglihatannya berjalan normal. Menurutnya, selama proses pengurusan klaim kaca matanya berjalan cepat, praktis, dan transparan, tanpa membedakan peserta JKN dengan pasien yang membayar secara mandiri.

“Saya bekerja di rumah sakit swasta tiap hari berhadapan langsung dengan semua administrasi berobat pasien. Awalnya saya ragu, karena banyak yang bilang prosedur pakai BPJS itu ribet. Tapi ternyata semua itu tidak benar. Saya datang ke fasilitas kesehatan yang ditunjuk, melakukan pemeriksaan, dan mendapatkan rujukan ke Optik Mikeda. Proses klaimnya tidak sampai setengah hari,” ujarnya saat ditemui usai mengambil kacamata barunya, Selasa (15/04).

Menurut Indri, tidak ada perbedaan pelayanan yang dirasakannya saat menggunakan fasilitas dari BPJS Kesehatan dibandingkan jika ia membayar secara pribadi. Bahkan, ia merasa lebih tenang karena beban biaya bisa diatasi tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

“Kalau biasanya beli kacamata itu harus keluar uang ratusan ribu bahkan sampai jutaan, kali ini saya bisa klaim lewat JKN. Saya hanya perlu menunjukkan dokumen yang dibutuhkan, dan semuanya ditangani oleh pihak optik dan BPJS Kesehatan. Benar-benar memudahkan,” jelasnya.

Selain klaim kacamata, Indri juga telah beberapa kali memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan untuk kebutuhan berobat lainnya, seperti pemeriksaan rutin, pengobatan flu, hingga konsultasi dengan dokter spesialis. Bahkan keluarga besarnya pun rata-rata menggunakan BPJS Kesehaan untuk pengobatan.

“Setiap kali ke fasilitas kesehatan, baik itu puskesmas maupun rumah sakit, pelayanan yang saya terima tetap ramah dan profesional. Saya lebih sering menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat di FKTP seperti  demam, flu, pemeriksaan rutin dan dahulunya juga pernah konsultasi dengan dokter spesialis. Orang tua saya juga sering menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat di FKTP. Saya tidak pernah merasa diperlakukan berbeda hanya karena menggunakan BPJS Kesehatan,” tutur wanita kelahiran 1995 tersebut.

Manfaat JKN yang dirasakan Indri membuktikan bahwa transformasi layanan JKN semakin baik dari waktu ke waktu. BPJS Kesehatan sendiri memang terus berinovasi, dan selalu mengembangkan sayapnya dengan memperbanyak kerja sama dengan berbagai optik demi kemudahan peserta. Selain itu peserta program JKN memang memiliki hak yang sama dalam mengakses layanan kesehatan, termasuk layanan kacamata yang dapat diklaim sesuai ketentuan. Dengan kemudahan tersebut Indri pun tak segan untuk merekomendasikan layanan ini kepada teman-teman dan keluarganya.

“Dengan adanya program JKN ini saya merasa sangat terbantu apabila harus mengganti kacamata jika fungsi kinerjanya sudah berkurang. Bantuan dari BPJS Kesehatan yang memberikan kesempatan kepada pesertanya untuk mendapatkan layanan kacamata maksimal dua tahun sekali dengan plafon sesuai kelas kepesertaannya  sangat membantu. Selain itu sudah banyaknya optik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehaan semakin memudahkan kita yang memakai kaca mata untuk memilih optik mana yang akan didatangi. Terkadang teman- teman dan keluarga saya juga meminta review kacamata baru yang saya peroleh dari layanan BPJS Kesehatan ini,” ungkap Indri. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *