KABUPATEN BEKASI – Seiring dengan berkembangnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan, banyak masyarakat khususnya generasi muda yang mulai merasakan manfaatnya seperti Siti Nur Pajriati (21) yang akrab disapa Riri. Riri sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah lebih dari tiga tahun melalui Program Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah dan merasakan langsung manfaat dari menggunakan BPJS Kesehatan terutama dalam mengurangi biaya pemeriksaan mata dan penggantian lensa kacamata yang semula terbilang cukup mahal.
Bagi Riri, keberadaan BPJS Kesehatan sangat membantu dalam mengurangi beban biaya perawatan kesehatan, terutama untuk layanan pemeriksaan mata dan penggantian lensa kacamata. Sebagai mahasiswa dan generasi muda yang masih bergantung pada pendapatan terbatas, biaya pemeriksaan mata yang cukup tinggi sempat menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Riri. Namun, setelah menggunakan JKN, ia merasa sangat terbantu karena sebagian besar biaya tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Sejak saya memutuskan untuk rutin periksa kontrol mata, BPJS Kesehatan sangat membantu dalam hal biaya. Sebelumnya saya sangat terbebani untuk melakukan pemeriksaan mata dan pembelian lensa kacamata karena cukup mahal bagi saya yang masih mahasiswa ini, tapi kini menjadi lebih terjangkau berkat BPJS Kesehatan,” ungkap Riri menjelaskan, (6/05).
Sebelumnya Riri mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk biaya pemeriksaan mata, apalagi jika ingin mengganti kacamata baru. Kini, dengan menggunakan BPJS Kesehatan, dirinya merasa sangat terbantu karena biya tersebut bisa dicover oleh JKN. Sebagai generasi muda, Riri mengaku sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan ini, terutama karena akses layanan kesehatan semakin mudah dijangkau tanpa harus khawatir soal biaya. Dalam situasi finansial yang terkadang tidak menentu, memiliki BPJS Kesehatan memberikan rasa aman dan kepastian untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Riri mengungkapkan bahwa selama menggunakan BPJS Kesehatan untuk layanan kesehatan tidak ada kendala.
“Saya merasa lebih tenang sekarang. Kalau sebelumnya, saya pasti berpikir dua kali untuk periksa mata karena biayanya. Sekarang, saya tidak perlu khawatir lagi. Dan sejauh ini tidak ada kendala dalam penggunaan layanan JKN,” jelasnya sambil tersenyum lega.
Walaupun sebelumnya Riri sering mengalami antrean yang lama dalam menunggu waktu kontrol, tetapi saat sekarang ini hal tersebut sudah tidak dirasakannya lagi. Hal tersebut dapat dia atasi dengan memanfaatkan fitur atrean online di Aplikasi Mobile JKN. Dengan adanya fitur tersebut dia dapat mengambil nomor antrean terlebih dahulu di rumah tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan lebih awal. Mahasiswa tersebut juga merasakan sangat-sangat terbantu dengan adanya fitur antrean online tersebut.
“Dulu sebelum tahu adanya fitur antrean online di Aplikasi Mobile JKN saya sering kali menunggu lama untuk dipanggil masuk ke ruang kontrol. Tapi sejak mengenal fitur antrean online di aplikasi tersebut saya sangat merasa terbantu, tidak banyak waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk menunggu antrean berobat dan bisa dipake untuk kesibukan yang lain,” ungkap riri.
Riri menyampaikan harapan agar layanan BPJS Kesehatan, khususnya untuk perawatan mata, bisa diperluas cakupannya. Ia berharap agar lebih banyak rumah sakit dan optik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga peserta tidak kesulitan mencari optik yang menerima layanan JKN untuk pemeriksaan dan penggantian kacamata.
“Kesehatan mata itu penting, apalagi buat kami sebagai mahasiswa yang setiap hari berhadapan dengan layar laptop dan handphone. Kalau BPJS Kesehatan bisa lebih banyak menjangkau layanan perawatan mata, pasti akan sangat membantu,” ujarnya.



















