Salurkan Bantuan Rp 7 M di Bencana Sumatera, KDM Berikan Harapan dan Menemukan Keluarga yang Hilang 

PEMERINTAHAN259 BACA

BANDUNG — Angin pagi Gedung Sate masih menggigil saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menutup pertemuan internal dan melangkah menuju halaman kantor. Di tangannya, beberapa lembar laporan bencana masih terlipat. Di wajahnya, garis tegas tampak lebih dalam dari biasanya.

Di balik tumpukan data dan agenda pemerintahan, ada satu hal yang tidak ia sembunyikan: kegelisahan seorang keluarga yang kehilangan kabar dari saudara di seberang laut.

“Saudara saya sampai sekarang hilang kontak di Aceh,” ucapnya lirih. “Keluarga sudah desak saya. Kakak saya bilang, ‘kamu gubernur, masa enggak bisa menolong?’

Ucapan itu menandai babak baru perjalanan sang gubernur — bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai seorang adik yang mencoba menembus kabut bencana.

Rp7 Miliar untuk Sumatera, dan Sebuah Keputusan Berangkat

Banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menghantam ribuan warga. Di Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumpulkan bantuan dari Kadin, Korpri Jabar, Baznas, Bank BJB, Apindo, hingga donasi pribadi sang gubernur. Totalnya mencapai Rp7 miliar.

“Bantuan ini titipan masyarakat Jawa Barat,” kata Dedi, menegaskan bahwa solidaritas lintas-provinsi masih hidup.

Namun ada satu keputusan strategis yang menarik: Sumatera Barat dipilih sebagai titik awal distribusi bantuan.
Alasannya bukan sekadar preferensi, tetapi kalkulasi geografis dan logistik.

“Tadinya kami mau beli kebutuhan dari Pidie (Aceh) atau Sumatera Utara,” ujar Dedi. “Tapi barang di sana sudah menipis, harganya naik. Di Padang stok masih tersedia, jadi distribusi dari sana lebih cepat.”

Keputusan itu menjadi penentu rute perjalanan: Bandung – Padang – Aceh – Sumut. Perjalanan maraton yang harus selesai dalam hitungan hari.

Pesawat Kecil, Misi Besar

Untuk menjangkau daerah yang terputus aksesnya, Pemprov Jabar mencarter dua pesawat Susi Air. Nama maskapai itu seolah membawa kembali ingatan akan masa-masa kelam tsunami Aceh dua dekade lalu, ketika pesawat kecil milik Susi Pudjiastuti menjadi salah satu penyambung nyawa bagi korban di wilayah terisolasi.

“Susi Air sudah punya pengalaman mendatangi tempat-tempat yang bahkan belum bisa dijangkau kendaraan,” kata Dedi.
Kali ini, pesawat serupa akan membawa logistik yang dikumpulkan warga Jawa Barat menembus lembah, rawa, dan perbukitan di Sumatera.

Di Gudang Logistik Pemprov Jabar, relawan mengemas beras, obat-obatan, selimut, hingga bahan pangan cepat saji. Di bagian atas kardus-kardus itu, tulisan tangan kecil berbunyi: Dari Jawa Barat untuk Sumatera.

Saudara yang Hilang di Aceh

Meski misi kemanusiaan menjadi agenda resmi, alasan pribadi Dedi justru yang membuat langkahnya lebih tergesa.
Seseorang di Aceh — mantan anggota DPRD Aceh, sekaligus anggota TNI — hilang kontak sejak banjir menerjang.

“Saya akan telusuri sendiri di lapangan,” katanya.
“Kalau harus mobilisasi (pencarian), mungkin dua sampai tiga hari.”

Nada suaranya merendah, namun sudah jelas: tak ada protokol yang akan menghalangi pencariannya.

Solidaritas dari Priangan

Jawa Barat pernah merasakan ketakutan yang sama ketika bencana besar melanda Garut, Sumedang, atau Cianjur. Dari pengalaman itulah, respons cepat kini menjadi refleks kolektif.

“Musibah di Sumatera adalah musibah kita juga,” kata Dedi.
Ia mengajak masyarakat Jabar ikut serta: dengan doa, dengan donasi, dengan perhatian.

Sementara itu, keluarga korban banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumut masih menunggu kehadiran para relawan. Dan di antara mereka yang bersiap menuju lokasi, seorang gubernur dengan ransel darurat menyiapkan diri untuk tugas ganda: menyalurkan bantuan — sekaligus mencari seorang saudara yang hilang di antara puing bencana.

Dalam pekan ini, rombongan akan bertolak. Sisanya, biarlah medan bencana yang menentukan. Dedi tahu perjalanan ini tidak hanya tentang angka-angka bantuan. Ini adalah tentang manusia, tentang darah daging, tentang takdir yang belum memberikan kabar. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *