Bekasi Open Challenge 9 Diikuti 700 Pesilat, Ajang Pencetak Atlet Nasional

OLAHRAGA66 BACA

Tambun, Kabupaten Bekasi

Ajang Bekasi Open Challenge 9 digelar di GOR OSO Grand Wisata pada 18–19 April 2026, dengan diikuti sekitar 600 hingga 700 pesilat dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi selama dua hari ini menghadirkan peserta dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, hingga luar Pulau Jawa seperti Bangka Belitung, Jambi, dan Kalimantan.

Ketua Pelaksana, Rizki Alfian, menyebutkan tingginya partisipasi menunjukkan pencak silat telah berkembang menjadi industri olahraga yang dikelola secara profesional dengan peta persaingan yang semakin ketat.

Pertandingan dibagi dalam empat kategori usia, yakni SD, SMP, SMA, dan dewasa. Untuk tingkat SD, terdapat hingga 23 nomor pertandingan berdasarkan kelas berat badan. Tingkat SMP mempertandingkan sekitar 30 nomor, sementara SMA berkisar 17 hingga 23 nomor, termasuk kategori dewasa.

Seluruh pelaksanaan mengacu pada regulasi resmi Ikatan Pencak Silat Indonesia, sehingga setiap penyelenggara wajib mengikuti standar kompetisi nasional.

Pada kategori usia dini, pendekatan pembinaan lebih diutamakan. Peserta SD tetap mendapatkan medali sebagai bentuk apresiasi, dengan skema khusus untuk kelas 1 hingga 3 berupa emas dan perak, serta kelas 4 hingga 6 yang memperebutkan emas, perak, dan dua perunggu.

Sementara itu, kategori SMP ke atas menggunakan sistem prestasi penuh dengan skema eliminasi. Dalam satu kelas diikuti 10 hingga 12 atlet yang bersaing memperebutkan posisi juara.

Ketua Lembaga Wasit Juri Jawa Barat, Deni Hendrik Akbar, mengapresiasi penyelenggaraan event yang dinilai konsisten mengedepankan pembinaan prestasi atlet.

“Dengan penyelenggaraan yang mengedepankan pembinaan prestasi, kami sangat berterima kasih. Dari ajang seperti ini akan lahir pesilat-pesilat yang membawa nama Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, sejumlah atlet yang kini masuk pelatnas dan meraih prestasi di tingkat nasional merupakan hasil pembinaan dari kompetisi serupa.

“Setidaknya ada dua atlet pelatnas yang sudah menjadi juara nasional dan mereka lahir dari event seperti ini,” katanya.

Bekasi Open Challenge yang digelar sejak 2013 tersebut dinilai menjadi salah satu barometer pembinaan atlet pencak silat. Dukungan pemerintah terhadap industri olahraga dinilai krusial, mengingat ajang ini berkontribusi langsung dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *