Komite Sekolah Jangan Cuma Urusan Iuran, Pemkab Bekasi Minta Jadi Pengawal Mutu Pendidikan

PENDIDIKAN59 BACA

CIKARANG UTARA – Komite sekolah jangan cuma dikenal ketika urusan iuran atau dukungan kegiatan sekolah. Pemerintah Kabupaten Bekasi mendorong keberadaan komite sekolah agar benar-benar menjadi mitra strategis dalam mengawal mutu pendidikan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, saat menghadiri Deklarasi Forum Komite Sekolah Mandiri (FKSMB) dan Dialog Penguatan Komite Sekolah Kabupaten Bekasi di Aula SMP Islam Al Azhar 16 Jababeka, Cikarang Utara, Selasa (22/9/2026).

Endin menegaskan, pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendirian untuk menciptakan pendidikan berkualitas. Peran sekolah, orang tua, masyarakat, dan komite sekolah dibutuhkan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Bekasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

“Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua murid dan masyarakat yang terwadahi dalam institusi komite sekolah,” ujar Endin.

Menurutnya, deklarasi FKSMB Kabupaten Bekasi menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Komite sekolah, kata Endin, harus menjadi jembatan komunikasi sekaligus mitra sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan.

“Komite dengan sekolah ini satu kesatuan. Komite merupakan perwakilan dari wali murid. Ketika ada kekurangan di sekolah, tugas komite menyampaikan hal-hal yang diperlukan untuk mendekati penyempurnaan, baik berkaitan dengan program maupun hal lainnya,” jelasnya.

Endin menekankan, peran komite sekolah tidak sebatas persoalan dukungan finansial. Komite justru memiliki tugas penting dalam menyampaikan aspirasi orang tua dan masyarakat kepada pihak sekolah.

Komunikasi dua arah antara sekolah, siswa, dan wali murid juga dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.

Dengan komunikasi yang aktif, berbagai kebutuhan dan persoalan pendidikan diharapkan dapat dibahas bersama sehingga solusi yang dihasilkan tidak berjalan sepihak.

Tak hanya itu, komite sekolah juga diminta ikut mengawal peningkatan mutu pendidikan. Mulai dari mendukung program peningkatan prestasi akademik hingga pembentukan karakter peserta didik.

Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sekolah pun diharapkan semakin diperkuat.

“Tema yang diangkat sangat bagus, yaitu mewujudkan komite sekolah yang mandiri, akuntabel, dan berdaya guna bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bekasi. Saya berharap ini tidak hanya menjadi tema, tetapi benar-benar diimplementasikan,” tegasnya.

Endin juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan FKSMB Kabupaten Bekasi. Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada deklarasi, tetapi mampu menjadi ruang belajar bersama dan tempat lahirnya gagasan-gagasan baru untuk memajukan pendidikan.

Menurut Endin, praktik pengelolaan pendidikan yang baik di lingkungan Al Azhar juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi satuan pendidikan lainnya.

“Kalau sumber daya manusianya berkualitas, insyaallah pembangunan fisik dan pembangunan lainnya juga akan berkualitas. Karena itu, ketika berbicara tentang Bekasi, yang paling penting adalah pembangunan sumber daya manusianya,” katanya.

Endin berharap keberadaan FKSMB semakin memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

Ia pun mengajak seluruh unsur pendidikan menjadikan forum tersebut sebagai ruang bersama untuk membangun generasi Kabupaten Bekasi yang cerdas dan berkarakter.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang belajar bersama dan wadah melahirkan gagasan konstruktif demi tercapainya generasi Bekasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (iB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *