CIKARANG UTARA – Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Pengangguran Kabupaten Bekasi diminta agar memaksimalkan peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam membantu kinejanya mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.
SMK atau sekolah setaranya, dinilai lebih efektip dalam membantu kinerja Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Pengangguran Kabupaten Bekasi.
“Ya kalau BLK itu kan terbatas, sementara SMK yang ada di Kabupaten Bekasi itu banyak. Jadi tim koordinasi ini bisa memanfaatkan keberadaan SMK dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Bekasi,” ujar Dewan Penasehat Kadin Kabupaten Bekasi, Teguh Wibowo pada senin (25/07).
Bidang Kerjasama pada Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bekasi itu mengapresiasi langkah Pemkab Bekasi membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Pengangguran Kabupaten Bekasi. Langkah tersebut dinilai sebagai cara terbaik agar tingkat penyerapan tenagakerja lokal semakin bertambah di kawasan industri yang ada.

“Paling tidak, ada good Will dari pemerintah untuk tangani pengangguran, sebab di Kabupaten Bekasi cukup tinggi, sebelum covid 10 persen, Setelah covid data terakhir 11 persen, kalau dijumlah sekitar 200 ribu orang, jadi pengangguran cukup tinggi,” katanya.
CEO Global Mulia Cikarang itu juga menyarankan harus ada regulasi yang tepat agar kinerja Tim Koordinasi Penanggulangan Pengangguran maksimal. Salah satunya, harus dapat menyediakan skill atau kemampuan warga lokal untuk dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada.
“Ya perusahan juga kana da kriteria tertentu untuk menerima tenaga kerja, nah Pemkab harus mampu menyediakan tenaga kerja yang terampil dan mampu memenuhi kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjutnya, Tim Koordinasi Penanggulangan Penangguran juga harus memiliki data yang valid mengenai angka penangguran dengan jumlah kebutuhan kerja perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi. Jangan sampai, angka penangguran tinggi sementara jumlah perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru minim.
“Data ini kan terkadang menjadi masalah karena tidak sinkron, makanya harus rajin terjun ke lapangan untuk mengkroscek jumlah perusahan yang membutuhkan dengan jumlah pencaker,” tandasnya. (IB)



















